​SIMAK Desak Pemberhentian Kriminalisasi Hukum Kasus Korupsi Pembangunan Terminal Labuhanhaji

​SIMAK Desak Pemberhentian Kriminalisasi Hukum Kasus Korupsi Pembangunan Terminal Labuhanhaji

0

wali-news.com, Banda Aceh  – Solidaritas Independen Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK) menilai kasus pembangunan terminal tipe C Labuhanhaji terkesan dipaksakan untuk diproses secara hukum. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kejanggalan yang terdapat dalam dakwaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian dengan fakta hukum dari kesaksian saksi-saksi di pengadilan, sehingga jika kasus ini terus dipaksakan dapat bermuara kepada kriminalisasi hukum terhadap terdakwa mantan Kadis Perhubungan Aceh Selatan Drs. Tio Achriyat, dan akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap hukum semakin  luntur. Pernyataan ini disampaikan oleh Koordinator SIMAK, Muzirul Qadhi kepada wali-news.com Senin(27/02).

Sebelumnya, jelas Muzirul Qadhi, berkas terkait indikasi korupsi pengadaan tanah terminal tipe C Labuhan Haji Aceh Selatan tersebut sempat dua kali ditolak oleh kejaksaan negeri Tapaktuan karena dianggap tidak lengkap dan dugaan terhadap Tio Achriyat dinilai tidak logis karena yang bersangkutan hanya anggota panitia, namun terlihat jelas adanya pemaksaan agar persoalan ini tetap dibawa ke meja hijau.

“Setelah mempelajari dan memantau proses hukum terhadap yang bersangkutan, semakin menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak bisa dituduhkan begitu saja tanpa adanya fakta hukum. Apalagi, dari 27 saksi yang dihadirkan ke persidangan, tidak ada satu saksipun yang memberatkan terdakwa 7 diantaranya secara jelas mencaput keterangan dalam BAP. Bahkan ada saksi yang keterangannya di depan persidangan tidak sesuai dan bertolak belakang dengan BAP Kepolisian, sehingga mengindikasikan adanya permainan dan rekayasa di dalam BAP. Hal ini harus diperhatikan dan diharapkan menjadi pertimbangan dari pengambil keputusan yakni majelis hakim nantinya,” ujar pria yang akrab disapa Munzir itu.

Ia menjelaskan, saksi “dedengkot” yang digadang-gadangkan sebagai saksi kunci dalam kasus ini dihadirkan oleh Jaksa penuntut umum juga sudah memberikan keterangan dan tidak memberatkan terdakwa sama sekali, justeru keterangan mereka jelas-jelas menunjukkan terdakwa Tio Akhryat tidak bersalah. 

Mereka (saksi) tersebut yakni Drs. H. Harmaini, M.Si selaku ketua Tim 9 dan merupakan Sekda Aceh Selatan saat itu, H. Nasarurrahman, SH, MM selaku wakil ketua tim 9 dan merupakan Asisten I saat itu, Suhasmi Harun S.Sos MM sebagai anggota tim 9 dan merupakan Camat Labuhan Haji saat itu serta Adam Malik selaku anggota tim 9 merupakan Keuchik Desa Bakau, Labuhan Haji.

SIMAK juga mengatakan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan aparat penegak hukum harus membuktikan adanya kerugian negara sebelum dilakukan penyelidikan perkara korupsi, sebab banyak penyidikan yang sewenang-wenang.

“Demi penegakan hukum yang berkeadilan, maka kami mengecam intervensi politik dalam proses hukum terhadap terdakwa. Stop kriminalisasi hukum, jangan sampai hukum dijadikan  jalan tengah oleh penguasa untuk menjatuhkan orang-orang yang dikehendakinya. Hukum wajib berorientasi kepada fakta bukan rekayasa semata, penegakan hukum harus terbebas dari praktek oknum mafia hukum,”tegasnya.

Kasus yang kini menimpa Tio Achriyat hendaknya menjadi alasan kuat agar dilakukan evaluasi terhadap penegak hukum di Aceh Selatan, sehingga ke depannya tidak semena-mena dalam menjerat pihak lainnya.

Untuk diketahui, pengadaan tanah untuk Terminal Tipe C Labuha haji seluas 17.477 hektare sumber dana APBK tahun 2010 dan 2011 senilai Rp. 1,2 miliar dengan harga Rp 69.000 /meter. Pengadaan tanah untuk pembangunan Terminal Tipe C Labuhanhaji yang dilakukan oleh Bagian Pemerintahan Setdakab Aceh Selatan, berlangsung dalam dua tahap. Untuk tahap pertama pada tahun 2010 dibebaskan tanah seluas 9.000 meter lebih dan selanjutnya tahap dua pada tahun 2011 seluas 8.000 meter lebih sehingga totalnya berjumlah 17.477 meter.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kadisdik Aceh Buka Festival Lomba Seni untuk Siswa/I Berkebutuhan Khusus

Wali-news.com, Banda Aceh – Pendidikan adalah kunci keberhasilan,