2 Pos dan 165 Personel Disiagakan untuk Pantau Arus Mudik di Aceh Barat

2 Pos dan 165 Personel Disiagakan untuk Pantau Arus Mudik di Aceh Barat

0

MEULABOH (Wali-News.com) – Kesiapan pengamanan sambut Idul Fitri, petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pemkot Kabupaten Aceh Barat melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Rencong tahun 2018 di Mapolres Aceh Barat, Rabu (6/6/2018).

Apel tersebut dihadiri oleh Wabup Aceh Barat, H Banta Puteh Syam diikuti ratusan pasukan gabungan. Inspekture Apel yakni Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa SIK.

Sebanyak 165 akan disiagakan untuk memberikan pengamanan kepada pemudik. Pihak pasukan gabungan juga menyediakan 2 Pos untuk memantau arus mudik di daerah yang berpotensi rawan kecelakaan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa SIK megatakan Operasi Ketupat 2018 merupakan operasi terpusat yang akan dilaksanakan dari tanggal 7 sampai 24 Juni 2018. Pasukan pengamanan terdiri dari prajurut TNI, Personel Polri, Pemda dan Stakeholder terkait serta melibatkan elemen masyarakat.

“Rencana operasi disusun melalui evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Ramadhan pada tahun 2017 lalu, disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018 demi memberikan kenyamanan dan pengamanan bagi pemudik,” ujarnya.

Dikatakannya, Empat Potensi kerawanan pada saat menjelang lebaran yakni, pertama stabilitas harga dan kesediaan pangan, kedua permasalahan kelancaran keselamatan arus mudik dan arus balik, ketiga potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas, keempat ancaman tindak pidana.

“Melalui Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD), kita terus berupaya meminimkan tindak pidana baik itu pencurian pada masa mudik nanti,” sebutnya.

Dirinya menjelaskan, sebanyak 2 pos akan ditempat di Aceh Barat, untuk pengaman arus mudik Pos jya terletak di jalan Meulaboh – Banda Aceh tepatnya di Desa Suak Raya dan Pos pelayanan terletak di Jalan Nasional, di Gardu Lantas Polres setempat.

“Operasi Ketupat lebih kepada memberikan pelayanan dan pemantauan arus mudik, serta meminimkan potensi terjadi kecelakaan, bukan kepada penindakan,” katanya.

Tujuan adanya pos pelayanan yakni, pemantauan arus mudik, melakukan pengawasan terhadap tempat rekreasi dan wisata, pemukiman, rumah ibadah, pusat pembelajaan, rute takbiran, terminal, stasiun, pelabuhan untuk mengantisipasi tindakan kriminalitas.

Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir terjadinya kecelakaan mengalami peningkatan khususnya di Aceh Barat. Daerah yang rawan terjadinya kecelakaan meliputi Jalan lintas Nasional Meulaboh – Banda Aceh. []

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dorong Percepatan Vaksinasi, Kadisdik Aceh : Bapak/Ibu Guru Tulang dan Kulit Saya di Daerah

Wali-news.com, Subulussalam – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs