Aksi Ke-8, AMPAK Kembali Sambangi Kejati

Aksi Ke-8, AMPAK Kembali Sambangi Kejati

0

Wali-news.com, Makassar – Aliansi mahasiswa dan pemuda anti korupsi kembali sambangi kejati terkait kasus korupsi dana alokasi khusus tahun anggaran 2015

Kamis 20/11/2019 Kisaran 50 massa yang menamakan dirinya AMPAK mendatangi kejati terkait kasus korupsi DAK 2015 yang di peruntukan untuk bendung jaring baku air sungai tabang di kec maiwa kab Enrekang .mereka meminta pihak kejati agar bisa di temui langsung oleh pihak pimpinan kejati dan memperlihatkan bukti-bukti terkait kejanggalan kasus DAK 2015 yang justru di pecah-pecah menjadi 126 paket. Yang justru diberikan kepada orang-orang dekat bupati Enrekang

Aksi yang menutup jalan urip sumoharjo arah ke pettarani ini menginginkan adanya dialog bersama pimpinan kajati sulselbar namun hampir 1 jam aksi tak ada jug inisiatif dari pimpinan kejati sulselbar untuk menemui sehingga massa memblokade full jalan depan kejati tersebut sambil membakar ban bekas di tengah jalan.
Menurut Nur alim selaku jendral lapangan bahwa aksi kali ini adalah aksi yang ke 8 kalinya dan harapan kami hanya ingin bertemu untuk menyerahkan data kepada pihak pimpinan kajati sebab dari awal kami menginginkan keseriusan untuk penanganan kasus ini. Kami ingin memperlihatkan bagaimana proses uang cair ke rekening rekanan lebih duluan ketimbang penetapan pemecahan paket menjadi 126 paket. Serta kontrak yang memang sudah ada 2 bulan sebelum adanya kepastian di tanggal 30 desember untuk di pecah-pecahkan menajadi 126 paket yang kami sebut sebagai pencairan siluman.

Kami harap pihak-pihak penegak hukum di kejati tidak menutup mata akan kejadian luar biasa di kabupaten Enrekang sebagai mana yang kita ketahui bahwa korupsi sudah di kategorikan sebagai kejahatan luar biasa setara dengan terorisdan harus menjadi lawan bersama. Lanjut Nur alim yang juga kabid advokasi dai organisasi hisma

Setelah mengetahui bahwa pimpinan kajati meninggalkan lokasi pasca selesainya kegiatan vokon massa dari ampak kemudian meminta masuk kedalam pelataran untuk membentangkan spanduk bertuliskan gedung ini dalam pengawasan AMPAK. Sambil menutup mulutnya mereka berdiri di belakang spanduk yang di bentangkan sebagai mosi tidak percaya kepada penegak hukum di kejati yang bungkam akan kasus korupsi di kab Enrekang.
Adapun tuntun dari ampak yakni :

1. Mendesak pihak kejati untuk transparansikan penanganan kasus korupsi DAK 2015 di kab. Enrekang
2. Panggil dan periksa pihak legislatif dan eksekutif periode lalu untuk dimintai keterangannya
3. Pihak kejati jangan mengulur waktu untuk mentersangkakan pihak yang kemudian terkait dalam kasus DAK 2015 di kab. Enrekang kec. Maiwa
4. Usut tuntas dugaan mark up anggaran kasus korupsi bendung jaringan air baku sungai tabang di kec. Maiwa kab. Enrekang
5. Usut tuntas pencairan dana siluman dari kasus korupsi dana DAK 2015 dimana pencairan di rekening rekanan lebih duluan dari pemecahan 126 paket. (ALO)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Koalisi Mahasiswa Dan Pemuda Turatea Melakukan Unjuk Rasa, Pihak Kejari Jeneponto Menemui Massa

Wali – News, Jeneponto – Kejari Jeneponto Ramadiyagus, menemui