Aksi May Day, Mahasiswa Desak Pemerintah Sejahterakan Buruh

Aksi May Day, Mahasiswa Desak Pemerintah Sejahterakan Buruh

0

wali-news.com, Meulaboh – Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di Aceh Barat berunjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di Simpang Pelor Kota Meulaboh, tepatnya di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat (GMBRM) itu mendesak pemerintah agar segera menghapus sistem kerja outsourching dan sistem kerja yang tak memihak kepada masa depan para buruh dan tenaga kerja.

Dalam Aksinya mahasiswa juga membentangkan sejumlah karton dan spanduk dan juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan penindasan terhadap para buruh, serta membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Rabu, (1/5/19).

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa juga mendesak pemerintah agar memberlakukan jaminan sosial kepada masyarakat dan bukannya asuransi sosial seperti yang selama ini berlaku.

Koordinator aksi Ida Zubaidah mengatakan, Unjukrasa itu dilakukan untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak buruh yang selama ini dinilai adanya ketidakadilan dan penindasan terhadap buruh.

“Menurut dia, dengan dikeluarkannya PP Nomor 78 tahun 2015 oleh pemerintah, telah menindas buruh dan tidak mempertimbangkan Nasib buruh dimana dalam PP tersebut Upah yang di atur tidak sesuai dan tidak dapat terpenuhi kebutuhan pekerja,” Ujarnya

Ida menambahkan rata-rata gaji buruh di Aceh Barat sekitar 800 ribu, buruh masih belum menerima upah layak bahkan masih dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP). itu data yang kita terima dari laporan masyarakat.

“Kebutuhan hidup buruh tidak bisa terpenuhi dengan gaji 800 Ribu, dan bahkan buruh dipaksa jam kerjanya bahkan sampai 12 jam dalam sehari dengan catatan pekerja harus kejar target,” Jelasnya

Atas dasar itu, kata dia, pihaknya ingin pemerintah setempat peka terhadap persoalan yang dihadapi kaum buruh di Aceh Barat. Mengingat upah yang diterima para buruh tidak sesuai dengan kebutuhan hidup saat ini.

Pemerintah Aceh Barat, juga didesak segera membentuk tim mediasi di Dinas Tenaga Kerja, lantaran tim mediasi di dinas tersebut memiliki peran sangat besar dalam menyelesaikan persoalan buruh di Aceh Barat.

Meski berada dalam terik panas matahari, mahasiswa tanpa henti melakukan orasi dan menyanyikan lagu perjuangan dan yel-yel mahasiswa.

Pantauan wali-news Aksi ini juga mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian Satuan Lalulintas Polres Aceh Barat. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Alami Lumpuh, Nurdin Warga Butuh Cot Jurumudi Arongan Lambalek Butuh Perhatian

wali-news.com, Meulaboh – Sejak jatuh sakit, kondisi Nurdin