Aktivis Lingkungan Serahkan 219 Petisi yang Diteken Warga, Kepada Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh

Aktivis Lingkungan Serahkan 219 Petisi yang Diteken Warga, Kepada Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh

0

wali-news.com, Meulaboh – Sejumlah Aktivis Pegiat lingkungan dan hutan di Aceh, melancarkan Aksi ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, yang berakhir dengan menyerahkan petisi yang diteken oleh 219 ribu masyarakat.

Aksi yang tergabung dalam Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Rumoh Transparansi, FORA, Change.org Indonesia, GeRAM, Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH), dan mahasiswa peduli kawasan rawa gambut tripa menyerahkan petisi Change.org/HukumPembakarLahan kepada PN Meulaboh, Aceh Barat Rabu (16/1/19).

Penyerahan petisi ini dimaksudkan sebagai penyampaian aspirasi publik yang meminta pihak pengadilan untuk segera mengeksekusi putusan MA terhadap PT Kalista Alam. Sebagaimana diketahui MA mewajibkan PT Kalista Alam untuk membayar denda senilai Rp. 366 Milyar dan memulihkan lahan yang rusak. Ujar M. Fahmi salah satu peserta Aksi kepada media wali-news.com.

Ia juga mengatakan, “Penyerahan petisi ini merupakan desakan kepada PN Meulaboh untuk segera melakukan eksekusi putusan Perkara Nomor 12/PDT.G/2012/PN MBO. Sebagai wujud partisipasi publik, HAkA menggalang petisi ini melalui Change.org Indonesia mendesak MA membatalkan putusan 16/Pdt.G/2017/PN.MBO sekaligus memerintahkan PN Meulaboh untuk melaksanakan eksekusi terhadap PT. KA sesuai dengan putusan perkara no. 1 PK/PDT/2017 jo. Putusan no. 651 K/Pdt/2015 jo putusan no. 50/PDT/2014/PT BNA jo. Putusan no. 12/PDT.G/2012/PN.MBO, untuk membayar biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp 366 miliar,” sebut M. fahmi

Penyerahan petisi ini adalah bentuk kepedulian dan kekecewaan publik terhadap terhadap pengawalan kasus tersebut. pungkasnya

Namun Petisi tersebut diterima oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh melalui Humas, Irwanto SH menyatakan PN sejalan dengan peserta aksi. Bahwa saat ini PN sudah melayangkan surat peringatan ke PT Khalista Alam untuk membayar denda yang menjadi putusan MA.

“Sebanyak dua surat sudah PN layangkan. Ke depan PN akan mengeluarkan ketetapan ketua PN. Tentu akan diteruskan ke PN Suka Makmur Nagan Raya untuk eksekusi,” kata Irwanto.

Aksi dengan membawa pengeras suara dan juga mendapat pengawalan dari kepoliasian berjalan dengan damai, peserta aksi membubarkan diri setelah petisi tersebut diterima oleh pihak Pengadilan Negeri Meulaboh. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polresta Banda Aceh Gelar Vaksinasi Selama Dua Pekan

Wali-news.com, Banda Aceh – Sambut hari Sumpah Pemuda