Aktivis Mahasiswa Aceh Selatan : “HAMAS Hoe ka gata”

Aktivis Mahasiswa Aceh Selatan : “HAMAS Hoe ka gata”

0

wali-news.com, Banda Aceh – Aktivis Mahasiswa Aceh Selatan merasa kecewa kepada ketua dan sekretaris Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang terpilih pada tanggal 30 – 31 Desember 2018, lalu. Hal ini diutarakan Syarbaini salah satu aktivis Mahasiswa Aceh Selatan, dirinya mewakili mahasiswa merasa sangat kecewa kepada organisasi HAMAS saat ini yang terkesan melalaikan tugas yang telah dipercayakan oleh seluruh mahasiswa/i Aceh Selatan melalui musyawarah besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) ke VII di aula PKBI-Aceh, Jeulingke.

“Sudah lima bulan setelah mubes di sahkan, ketua dan sekretaris terkesan lambat dan melalaikan tugas yang telah diberikan oleh masyarakat dan mahasiswa Aceh Selatan, kami melihat tidak ada tidak lanjut setelah hasil mubes di sahkan,” ujarnya kepada Walinews, di Banda Aceh, Jum’at (17/5/2019).

Dia mengatakan, sebab masa jabatan kepengurusan HAMAS sendiri akan berakhir hingga tahun 2021 namun sampai sekarang pelantikan tidak terlaksana sehingga program-program tidak dapat dijalankan secara sempurna.

“Visi misi unggulan yang di utarakan tentang pembagian amprahan di setiap paguyuban akan diberikan 50% tidak bisa terealisasi ketika pelantikan belum terlaksana, selanjutnya banyak ketua organisasi tingkat kecamatan di Aceh Selatan merasa kecewa karena keputusan pengiriman surat delegasi untuk kepengurusan HAMAS tanpa ada diskusi dan musyawarah terlebih dahulu sehingga berefek kepada kesenjangan komunikasi terhadap ketua kecamatan yang telah mengirimkan delegasi untuk mensukseskan mubes HAMAS ke VII tersebut,” bebernya.

Sementra itu Ahlul Mahfud Akbar salah seorang mahasiswa Aceh Selatan mengatakan kemanakah pengurus HAMAS saat ini. Menurutnya hal ini seharusnya menjadi sorotan publik untuk HAMAS sebab selama pengurus HAMAS terpilih belum ada transparansi informasi publik kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan juga dalam melakukan komunikasi secara intens dengan para ketua paguyuban kecamatan jarang dilaksanakan sehingga tidak ada keterbukaan publik sampai profesionalitas terhadap mahasiswa/i Aceh Selatan ke depan belum terlihat sampai-sampai hal ini saja belum terlaksana.

“HAMAS seharusnya menjadi wadah dan jembatan bagi aspirasi mahasiswa aceh selatan, dan juga menjadi pendamping yang baik terhadap pemerintah aceh selatan kedepannya,” pungkas Ahlul Mahfud Akbar yang juga salah Satu Mantan Wakil BEM Fakultas SAINTEK UIN Ar-raniry periode 2014-2016 dan Pengurus HIMMAH ACEH tersebut.

(S.Syahrudin)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Puluhan Polantas serbu rumah warga saat sahur

wali-news.com, Lhoksukon – Puluhan Polantas masuk ke kampung-kampung