Aliansi Buruh Aceh (AKA) Protes Pemecatan Karyawan oleh PT CK

Aliansi Buruh Aceh (AKA) Protes Pemecatan Karyawan oleh PT CK

0

wali-news.com, Meulaboh – PT Cipta Kridatama (CK) diduga kembali melakukan pemecatan karyawan atas nama Ruslan warga Balee Kecamatan Meureubo Aceh Barat. Mendapat kencana serius dari lembaga buruh. Sabtu (15/12/18)

Wakil Aliansi Buruh Aceh (AKA) T. Ayatullah Bani Baet via whatsApp (WA) yang diteruskan ke sejumlah wartawan menilai pemecatan itu menyalahi ketentuan sosial, sebab Ruslan di-PHK karena kelalaian akibat kelelahan, sehingga perusahaan mengaku rugi belasan juta rupiah. padahal ia tergolong sangat disiplin dalam mematuhi aturan perusahaan dan rajin dalam bekerja. Ruslan merupakan buruh yang juga kepala keluarga selama ini bekerja di PT CK untuk mencari nafkah.

Pihak PT CK menjatuhkan Sanksi kepada Ruslan, karena yang bersangkutan dinilai melanggar fatigue atau kelelahan saat bekerja, hingga menyebabkan kerugian perusaan, menurut Ayatullah. sanksi itu terkesan dibuat-buat sehingga merugikan pihak buruh. itu sebabnya pihak AKA melakukan mediator menyelesaikan sengketa Ruslan dengan PT CK ke Dinas Tenagan Kerja Propinsi Aceh, katanya.

Ayatullah menerangkan Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dalam pasal 1 dan 51, jelas regulasi ini Ayatullah menambahkan, sebelumnya AKA juga melaporkan kasus itu ke Dinas Tenaga Kerja Aceh Barat, namun Disnaker setempat terkesan mengabaikan kasus itu. buktinya mereka kurang respon ketika pihaknya melaporkan kasus Ruslan kesana, sehingga AKA melaporkan kasus tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Propinsi Aceh, dengan tujuan penyelesaian senketa Ruslan dengan PT CK dapat diselesaikan.

“Ayatullah menambahkan, sebelumnya AKA juga melaporkan kasus itu ke Dinas Tenaga Kerja Aceh Barat, namun Disnaker setempat terkesan mengabaikan kasus itu. agar tidak sampai ada terjadi PHK kepada buruh. Namun pihak perusahaan memaksakan kehendak memecat Ruslan secara sepihak, ungkap Ayatullah”.

Ayatullah yang juga Ketua Federasi Kontruksi Umum dan Informasi (FKUI) Aceh, menilai kurang tepat jika perusahaan langsung memecat Ruslan atas kelalaian yang terjadi saat bekerja.

“Anehnya, saat proses mediasi berlangsung. malah tim mediator hubungan industrial, dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh, Eva Susanti, tidak mengetahui ada aturan baru tentang sanksi PHK dari kasus fatigue. silakan perusahaan menyusun aturan yang menguntungkan pihak investor, namun harus dikuatkan dengan pembinaan terhadap pekerja dan juga pengawasan”.

Ayatullah menambahkan, sebelumnya AKA juga melaporkan kasus itu ke Dinas Tenaga Kerja Aceh Barat, namun Disnaker setempat terkesan mengabaikan kasus itu. buktinya mereka kurang respon ketika pihaknya melaporkan kasus Ruslan kesana, sehingga AKA melaporkan kasus tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Propinsi Aceh, dengan tujuan penyelesaian senketa Ruslan dengan PT CK dapat diselesaikan, demikian Ayatullah.
[Sumber: www.harianaceh.co.id]

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Petugas gabungan yang terdiri