Ambruknya Jembatan Ulee Raket, Warga Hibahkan Lahan Untuk Normalisasi Sungai Meureubo

Ambruknya Jembatan Ulee Raket, Warga Hibahkan Lahan Untuk Normalisasi Sungai Meureubo

0

wali-news.com, Meulaboh – Ratusan masyarakat di 13 desa Kecamatan Pante Ceureumen dan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, sangat antusias bergotong royong masal untuk melakukan normalisasi sungai Meureubo.

Aksi gotong royong yang dilakukan ratusan warga tersebut, guna meluruskan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menghindariambruknya jembatan Ulee Raket, setelah Abutmen sisi arah dari Pante Ceurmen ke Kaway XVI rubuh akibat akibat erosi tebing sungai.

Koordinator Aksi Kamaruzzaman mengatakan, gotong royong dilakukan atas inisiatif dari masyarakat di 13 desa tersebut, guna untuk menyelamatkan badan jalan yang masih utuh dan kokoh.

“Kita akan melakukan pelurusan atau normalisasi sungai dengan menggunakan dua alat berat (Beco) milik desa, agar jembatan rangka baja yang masih kokoh ini tidak ikut ambruk, apalagi abutmen yang dari sisi arah Kaway ke Pante juga terancam akibat dari sungai yang berkelok,” kata Zaman, kepada wartawan. Minggu, (10/2/19).

Ia menyebutkan, pelurusan DAS yang dilakukan itu, manfaat yang akan dirasakan masyarakat akan lebih banyak, selain dari menghindari ambruknya jembatan tersebut, juga menghindari tergerusnya DAS aliran sungai tersebut sehingga mengancam pemukiman warga Sawang Teubee.

Untuk pelurusan sungai tersebut, kata zaman, selain meyumbangkan tenaga masyarakat, juga ikut patungan untuk biaya Bahan Bakar minyak (BBM) dalam pengoperasian beko yang yang digunakan untuk penggalian DAS,”

Sedangkan lahan yang digali untuk pembuatan DAS baru tersebut, kata dia, telah dihibahkan oleh pemilik lahan sepanjang lima ratus meter dan luas mencapai empat hektar untuk normalisasi sungai, dan itu tanpa adanya proses ganti rugi sedikit pun terhadap pemilik lahan tersebut. Ujar zaman.

“Kalau masyarakat membayar lahan tersebut pasti tidak mampuh, kalau dihitung nilai lahan tersebut mencapai tiga ratus juta rupiah, apa lagi lahan tersebut sudah ditanami sawit oleh pemiliknya. Kalau dilokasi DAS pemilik lahannya ada enam orang,” Ungkapnya.

Zaman menjelaskan, pelurusan DAS yang dilakukan itu, manfaat yang akan dirasakan masyarakat akan lebih banyak, selain menghindari ambruknya jembatan tersebut, juga menghindari tergerusnya DAS tersebut sehingga mengancam pemukiman warga Sawang Teubee. Juga akan mengancam keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa Alue Peudeung, Kecamatan Kaway XVI.

“Jika DAS sudah diluruskan, kami berharap agar pemerintah segera membangun kembali jembatan ini, karena kami sangat membutuhkan jembatan ini dan kami tidak terima jika dibangunkan di desa lain,” sebut Zaman.

Selain melakukan normalisasi sungai, kata dia, warga juga secara bersama-sama turut memperbaiki badan jembatan yang sempat rubuh beberapa waktu lalu, karena sejak mulai rubuh hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda dari pemerintah untuk dibangun kembali.

“Ini merupakan aksi gotong royong kedua kalinya. Sebelumnya, sebut Zaman, pihaknya memasang pohon kelapa dibagian abutmen jembatan yang amblas kesungai dan juga menimbunnya. Untuk yang ini kami lakukan pengecoran badan jembatan yang rubuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Amiruddin, pemilik lahan dari kegiatan pelurusan DAS sungai Krueng Meureubo, mengatakan dirinya secara pribadi telah menghibahkan lahan miliknya itu guna kepentingan masyarakat luas.

Menurut Amir, dengan dihibahkannya lahannya yang telah ditanami sawit tersebut, maka akan menyelamatan banyak hal, seperti pemukiman warga, jembatan dan bronjong, serta tanggul pasak bumi yang dibangun untuk menghindari rusaknya abutmen pada sisi arah Kaway VXI menuju pante Ceureumen.

“Untuk kepentingan bangsa dan negera saya rela meski jika kami inventarisir ini nilainya ratusan juta. Lahan ini ada enam pemiliknya dan semuanya milik keluarga kami, dan kami semua rela memberikannya untuk membantu kepentingan masyarakat,” kata Amir. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aceh Barat Gelar Upacara Kemerdekaan RI Di Mako Yonif 116 Garda Samudera

wali-news.com, Meulaboh – Upacara pengibaran bendera dalam rangka