Antisipasi Meningkatnya Pengangguran Imbas Pandemi, Pemprov. Kep. Bangka Belitung Siapkan Sejumlah Solusi

Antisipasi Meningkatnya Pengangguran Imbas Pandemi, Pemprov. Kep. Bangka Belitung Siapkan Sejumlah Solusi

0
Kepala Disnaker Prov. Kep. Babel Harrie Patriadi

Pangkalpinang, Wali-News.com – Pemprov kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Disnaker berupaya menekan angka pengangguran dengan menggiatkan program pelatihan bagi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak covid-19 yang terkena PHK karena lesunya kondisi ekonomi yang mengharuskan sejumlah sektor industri mngurangi produksi karena permintaan pasar yang cenderung menurun dan sektor pariwisata yang juga ikut terdampak.

“Pandemi covid-19 menimbulkan permasalahan ekonomi yang berdampak pada menurunnya skala produktivitas dari perusahaan yang menghasilkan barang, menurunnya penggunaan jasa disegala bidang, keadaan ini berdampak pada banyaknya PHK yang terjadi selama masa pandemi di sebagian industri dan tempat usaha yang bersifat formal maupun informal,” Ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel Harrie Patriadi.

Harries menjelaskan, keadaan di Babel dianggap tidak terlalu berdampak karena belum menjadi wilayah Industri, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Namun memburuknya ekonomi dalam jangka panjang dapat berdampak pada para petani dalam proses jual beli, karena menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk pertanian.

“Meningkatnya tingkat pengangguran di Bangka Belitung yang sebelumnya tahun 2018 berada pada 3,6%, kemudian 2019 menurun di 3,4%, selanjutnya di tahun 2020 yang diprediksi angka pengangguran di Babel meningkat diatas 3,4% karena dampak dari pandemi,” Ujar Harrie.

Di antaranya, pemerintah dalam kebijakan new normal, yang membuat semua sektor perekonomian dan industri mulai berjalan kembali. Pemerintah pusat dalam upayanya memberikan 2 kebijakan melalui bantuan berupa kartu prakerja dan bantuan bagi pekerja dengan pendapatan dibawah Rp 5 Juta. Dalam penerapannya sekitar 2000 orang penduduk Babel mendaftarkan di program kartu prakerja yang berasal dari para pencari kerja, sektor UMKM, ojol dan BLKI serta korban dari dampak PHK di sejumlah perusahaan di Babel. Kemudian bantuan bagi para pekerja dengan pendapatan dibawah Rp 5 juta diberikan bantuan senilai Rp 600 Ribu selama 4 bulan berturut yang diberikan melalui BPJS Ketenaga kerjaan.

“Diberikannya bantuan bersifat pendidikan secara online dan offline untuk meningkatkan keahlian masyarakat, disnaker bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan keterampilan (LPK) yang bersertifikasi berjumlah 30 LPK untuk memberikan pelatihan. Penerima kartu prakerja mendapatkan uang sebesar 1 juta dalam bentuk voucher untuk mengikuti berbagai latihan online seperti desain grafis dan pendidikan pemandu Bahasa inggris,” jelas Harrie.

Sementara itu, untuk kegiatan offline seperti pekerjaan teknik las, elektronika, dan otomotif diadakan di Balai latihan kerja industri (BLKI). Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan kemampuan khusus untuk menjadi modal keterampilan masyarakat.

“Kami terus berupaya untuk menekan angka pengangguran yang semakin meningkat di masa pandemi, dengan upaya pengalihan tenaga kerja ke sektor pertanian, jasa, elektronika digital, desain dan UMKM. Hal ini dilakukan untuk menyerap tenga kerja sebanyak – banyaknya disektor tersebut,” tutup Harrie. (Jy/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Resmi Dilantik, HMI Cabang Bangka Belitung Periode 2020 – 2021 Perkuat Kaderisasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Pangkalpinang, Wali-News.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang