Badko HMI Aceh Gelar Diskusi Terkait Hubungan Aceh dan Jakarta Pasca Pilkada

Badko HMI Aceh Gelar Diskusi Terkait Hubungan Aceh dan Jakarta Pasca Pilkada

0
Diskusi Publik Aceh dan Jakarta Pasca Pilkada oleh Badko HMI, Kamis, (9/3)

wali-news, Banda Aceh – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Aceh menggelar diskusi bertajuk  Aceh dan Jakarta pasca pilkada 2017 publik di salah satu warung kopi di Lampineung,  Banda Aceh,  Kamis (9/3). Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh Nasir Jamil dan Anggota Komisi I DPR Aceh Tanwir Mahdi. 

Menurut Nasir yang juga kader PKS,  ada berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemimpin Aceh terpilih kedepannya. Kesemuanya itu merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tawar Aceh di mata Jakarta. 

“Karena Jakarta masih  melihat Aceh sebagai daerah yang dicurigai,  barang kali dengan entitas Aceh yang memiliki perbedaan seperti halnya Papua yang juga sempat menginginkan kemerdekaan dari RI, ” ujarnya. 

Oleh karena itu,  pusat memberikan beberapa fasilitas salah satunya adalah dengan otonomi khusus dan membuat program desentralisasi. 

Yaitu Pusat adalah pusatnya daerah dan daerah adakah pusatnya daerah, tujuannya agar tidak lagi terjadi Jakarta sentris. 

“Saya berharap pemimpin Aceh terpilih setelah dilantik harus menjadi perekat dengan merangkul semua pihak, sehingga saat muncul isu-isu yang dapat merusak di Aceh mampu diredam,” katanya. 

Namun,  katanya, apabila pemimpin Aceh tidak memiliki jiwa perekat maka nilai tawar Aceh mata pusat akan rendah. 

Maka dibutuhkan kepiawaian kepala daerah dalam memimpin Aceh ke depan,  dan ia mengharapkan siapapun pemimpin Aceh nantinya yang dilantik harus didukung bersana dan harusmembawa perubahan untuk Aceh

Apalagi, katanya Aceh masih berkutat dengan sederet masalah klasik seperti kemiskinan,  pengangguran, angka buta huruf,  rumah tidak layak huni, meskipun hal yang sama juga terjadi di daerah lain di Aceh. 

” Ini adalah ketimpangan yang terjadi saat ini,  karena 10 persen orang kaya Indonesia menguasai 77 persen kekayaan nasional, artinya yang diperebutkan saat ini adalah 23 persen, ” katanya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR Aceh Tanwir Mahdi.  Menurutnya,  di tengah pengolakan perekonomian Aceh hal utama yang harus dilakukan oleh pemimpin terpilih adalah menjaga kedamaian dengan merangkul semua pihak. 

Menurutnya,  siapapun yang akan dilantik nantinya itulah Gubernur Aceh dan tugas utama pasca pilkada adalah menjaga perdamaian menjadi harga mati. 

“Karena tanpa perdamaian kita akan sibuk mengurus hal hal yang tidak produktif, ” katanya. 

Sementara itu Ketua BADKO HMI Aceh Mirza Fanzikri berharap,  semoga dengan diskusi tersebut para peserta dapat menyerap informasi  dari kedua tokoh muda Aceh yang dihadirkan terkait relasi Aceh – Jakarta Pasca Pilkada 2017.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

MTsN Model Dampingi Tim PKKM Pengawas Evaluasi Kinerja Madrasah

Wali-news, Banda Aceh – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)