Banjir Bandang Terjadi di Paya Tumpi di Sinyalir Akibat Kerusakan hutan Pantan Terong

Banjir Bandang Terjadi di Paya Tumpi di Sinyalir Akibat Kerusakan hutan Pantan Terong

0

Walinews,Aceh Tengah – Kerusakan hutan di Pantan Terong merupakan indikasi terbesar pemicu terjadinya banjir bandang di dua Desa,Paya Tump induk dan Paya Tupi Baru di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Rabu(13/05/2020).

Kondisi saat ini hutan Pantan Terong sudah di gundulin dan ditanamin palawija,tersiar khabar banyaknya kebun disana di miliki oleh sejumlah pejabat daerah.

Hal itu di sampaikan oleh Fauzan Azima dalam artikel yang dirilis oleh media lokal Lintas gayo.co yang di muat pada tanggal 14 May 2020.

Dalam Artikel,Kamis(14/05/2020) itu Fauzan Azima meceritakan kondisi Aceh tengah dan hutannya saat ini.

Fauzan menuturkan,” Akhir-akhir ini di Aceh, di tengah pandemi Covid-19, banjir di mana-mana. Tidak ada daerah di Aceh yang aman dari banjir. Baik banjir genangan maupun banjir bandang. Beberapa faktornya adalah curah hujan yang tinggi, tutupan hutan yang semakin berkurang, drainase yang tidak memadai pada pemukiman yang padat, tata kota yang berantakan dan prilaku tidak terpuji membuang sampah pada saluran air.

Di Aceh Tengah, kawasan Pantan Terong merupakan kawasan strategis yang harus dilestarikan. Bukan saja ketinggiannya 1350 meter, dibandingkan dengan kota Takengon 1200 meter dari permukaan laut, tetapi kawasan tersebut juga curam dan sebagian tebing. Sangat rawan erosi, terutama pada saat musim hujan.

Kondisi terkini, hutan di kawasan wisata itu hanya tinggal yang tidak terjangkau manusia. Hutan-hutan ditebang untuk menanam palawija. Penggunaan pupuk dan pestisida meresap ke dalam tanah dan menjadi sumber air bagi masyarakat Kota Takengon. Akibatnya Pantan Terong hari ini tidak saja mengirim air bah, tetapi juga menjadi sumber penyakit.

Kawasan Pantan Terong yang dulu merupakan “Nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?” kini menjadi “Penderitaan apalagi yang akan kamu terima?”

“Siapa yang disalahkan?”

“Adalah kita semua”

“Tapi, banyak pejabat punya kebun di sana”

“Lakukan pencegahan menurut kemampuanmu; dengan kekuasaanmu, dengan lisan dan tulisan atau diam sebagai manusia lemah iman”

Besar harapan kita, pejabat dan pengusaha yang memiliki kebun di Pantan Terong menyerahkan lahan yang diusahakannya kepada pemerintah untuk direboisasi. Sikap dan tindakan menghutankan kembali Pantan Terong adalah sungguh perbuatan mulia”.

Selain kerusakan hutan Fauzan Azima juga mengkritisi buruknya drainase sebagai saluran pembuang ketika hujan turun.

Dia berharap agar pemerintah provinsi Aceh menjadikan musibah di Aceh Tengah sebagai evaluasia terhadap kerusakan hitan yang merata di Aceh.

Hal serupa juga pernah di sampaikan oleh Irwandi Yusuf Gubernur Aceh Non Aktif, Dikatakan hasil surve udara beberapa waktu lalu, dia umpakan hutan di Aceh persis seperti rambut di kepala manusia,dimana di tepinya penuh namun di tengahnya botak.(-Red/Sumber Lintas Gayo.co)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Definisi Kasus Covid-19 Disesuaikan, Penderita Baru 175 Orang

Wali-news, Banda Aceh—Istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien