Bantuan Tertunda, Akses Menuju Sapan Salak Masih Tertutup

Bantuan Tertunda, Akses Menuju Sapan Salak Masih Tertutup

0

Padang, wali-news.com – Korban banjir bandang dan longsor di Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diaeteh, Solok Selatan, mulai kehabisan bahan makanan. Banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Solok Selatan sejak Jumat (22/11) lalu.

SOLOK SELATAN – Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, masih terkendala akses. Aan Saputra dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat melaporkan, ACT Sumatra Barat akan kembali menerjunkan relawan untuk membantu jalannya evakuasi dan pembersihan material longsor pada Rabu (27/11) ini.

“Sejumlah relawan MRI Sumatra Barat akan kami berangkatkan insyaallah sore ini,” kata Aan, Rabu (27/11). Sehari sebelumnya, Selasa (26/11), beberapa relawan sudah bergabung dengan tim gabungan BPBD Sumatra Barat membersihkan material longsor dan membuka akses jalan.

Aan mengatakan, masih ada jorong yang belum tersentuh bantuan, baik tenaga relawan atau pun bantuan pangan dan sandang karena akses jalan terputus.

“Tim relawan kami melaporkan, pembersihan jalan di Jorong Sapan Salak akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena material batu yang cukup besar, sedangkan alat berat yang ada hanya satu unit loader,” ungkap Aan.

Akses di sejumlah jorong pun bergantung pada kesediaan akses di jorong lainnya. Seperti di akses jalan ke Jorong Manggis baru bisa dibersihkan jika jalan di Jorong Sapan Salak yang terbuka. “Sedangkan warga setempat sudah kehabisan bahan pokok,” tambah Aan.

Tim juga melakukan asesmen warga Jorong Sapan Salak dan mengevakuasi sejumlah warga yang masih bertahan. Jorong Sapan Salak merupakan salah satu daerah yang terdampak parah longsor dan banjir.

Berdasarkan laporan yang diterima ACT Sumatra Barat, bantuan dari luar jorong belum dapat menjangkau korban. Sejumlah aksi evakuasi masih terkendala alat dan personil, seperti mesin pompa air dan alat kebersihan. Warga pun masih membersihkan rumah dengan peralatan seadanya.

“Saat ini warga membutuhkan peralatan kebersihan, air bersih, bantuan pangan, dan pakaian,” pungkas Aan.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai Jumat (22/11). Empat kecamatan meliputi Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo tercatat terdampak banjir. (Azizah)0000000000000000000000000000000000000000000000

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Koalisi Mahasiswa Dan Pemuda Turatea Melakukan Unjuk Rasa, Pihak Kejari Jeneponto Menemui Massa

Wali – News, Jeneponto – Kejari Jeneponto Ramadiyagus, menemui