Polsek Baitussalam Ungkap Jaringan Sabu Berkedok Kios Kelontong

Polsek Baitussalam Ungkap Jaringan Sabu Berkedok Kios Kelontong

0

Wali-new, Banda Aceh – Tim gabungan Polsek Baitussalam dan Satresnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap jaringan peredaran sabu berkedok kios kelontong di Gampong Cot Paya, Baitussalam Aceh Besar, Jumat (24/07/20) malam. Petugas mengamankan pelaku masing-masing FZ (30 Tahun) warga Gampong Lambada Lhok, TPS (32 Tahun) warga Ceurih Banda Aceh dan RF (28 Tahun) warga Leupung Ulee Alue Aceh Besar. 

“Ini berhasil kita lakukan setelah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan kios kelontong milik FZ,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal, Sabtu (25/07/20).

Menurut Safrizal, selama ini warga resah dengan aktivitas di kios tersebut, karena selain menjual barang-barang kelontong,  FZ diduga turut mengedarkan sabu.

“Dari kecurigaan itu, maka kita melakukan penyelidikan dan pengintaian Jumat malam. Hasilnya personel menemukan barang bukti sabu seberat 3,27 gram,” kata Safrizal.

FZ kata Safrizal sempat berupaya kabur dan membuang barang bukti saat mengetahui kehadiran petugas ke kios miliknya di Simpang Cot Paya itu. Pelaku mengurungkan niatnya untuk kabur, setelah petugas melepas tembakan peringatan ke udara.

“Sabu ditemukan saat penggeledahan FZ. Saat sedang melakukan penggeledahan hadir TPS ke kios Fz dan bekangan kita ketahui jika yang bersangkutan merupakan kurir yang baru mengantar sabu yang dipesan seseorang di Lamsenong kepada FZ. Intinya dia orang suruhan,” katanya.

Selain FZ dan TPS, dalam proses pengembangan, Tim Opsnal Polresta Banda Aceh dan Polsek Baitussalam juga menangkap RF di rumahnya di Gampong Leupung Ulee Alue, Aceh Besar. Dia diduga merupakan pelaku yang mengantar sabu seberat 3,27 gram yang disita dari tangan FZ saat penggeledahan.

“Saat penangkapan RF dirumahnya kembali ditemukan barang bukti kaca pirex untuk menggunakan sabu. FZ mengakui awalnya menerima satu sak sabu dari RF dan dipecah menjadi 8 paket, yang lima diantarannya telah laku terjual,” kata Safrizal.

” Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap J, pelaku yang diduga sebagai pemilik barang haram ini. Dia sudah kita tetapkan sebagai DPO,” tambah Safrizal.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku kini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh. Mereka dijerat pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Win)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan