Bea dan Cukai Aceh Telah Lakukan Penindakan 372 Kali, Selama Tahun 2018

Bea dan Cukai Aceh Telah Lakukan Penindakan 372 Kali, Selama Tahun 2018

0

wali-news.com, Banda Aceh – Berbagai langkah inovatif telah dilakukan oleh Bea dan Cukai untuk menjadi institusi yang terdepan dalam memberantas perdagangan illegal, menciptakan praktik layanan yang bebas pungutan liar dan korupsi, serta meningkatkan kepuasan pengguna jasa.

Dalam mendukung program inovatif dan strategis tersebut, Bea dan Cukai Aceh secara konsisten melakukan pengawasan terhadap berbagai pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai. Hal tersebut disampaikan Ronny Rosfyandi Kakanwil Bea Cukai Aceh, Saat Bincang Santai Bea Cukai Aceh Sekaligus Perkenalan dengan Kakanwil Bea Cukai baru, di NA Coffee, Banda Aceh, Selasa (15/1).

“Bea dan Cukai Aceh telah melakukan penindakan sebanyak 372 kali penindakan. termasuk di dalamnya penindakan terhadap 16.820 batang rokok illegal, 180 bungkus rokok illegal, 88 kg metamphetamine, 30.000 butir ekstasi, dan 20.000 butir happy five.”ungkap Ronny.

Ia menambahkan sebagai bentuk kepedulian sosial, Bea dan Cukai Aceh menghibahkan sebagian barang tangkapan untuk kepentingan masyarakat sebanyak 4 kali hibah dengan total seberat 80 ton bawang merah yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah daerah Aceh.

“Bea dan Cukai merupakan instansi di bawah kemnekeu yang bertanggungjawab mengumpulkan penerimaan negara. Penerimaan yang berhasil dicapai oleh kanwil Bea dan Cukai Aceh pada tahun 2018 sebesar Rp 87.376.989.095 yang terdiri dari bea masuk sebesar Rp 11.319.437.000, bea keluar Rp 61.173, penerimaan pabean lainnya sebesar 2.757.870.000, serta PPN 33.803.634.432, PPh Impor sebesar 11.418.184.109, dan PPh Ekspor 28.077.802.381. Nilai ini diantaranya diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor di wilayah Aceh.”terangnya.

Ke depan, berbagai tantangan menjadi sebuah keniscayaan, yang harus dihadapi Bea dan Cukai aceh dalam menjalankan tugas mulia untuk rakyat. Sehingga dibutuhkan semangat yang tinggi, konsisten, dan dukungan dari berbagai kalangan.

“Koordinasi dan dukungan yang telah berjalan baik dengan instansi instansi terkait lainnya seperti TNI, Kepolisian Kejaksaan , Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, BNNP, Karantina, Pemerintah Aceh, dan juga media massa semakin memacu Bea dan Cukai untuk bekerja sama dalam mewujudkan perekonomian yang berdaya saing tinggi dan sehat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.”jelasnya.

Bea dan Cukai Aceh dalam usahanya untuk membantu berperan dalam pertumbuhan ekonomi seperti dalam kemajuan industry memberikan fasilitas-fasilitas kepabeanan berupa kawasan ekonomi khusus Arun Lhokseumawe, dan pusat logistik berikat PT Perta Arun Lhokseumawe.

Kantor wilayah Bea dan Cukai Aceh yang membawahi lima kantor pelayanan yaitu.

KPPBC TMP C Sabang, dengan wilayah kerja meliputi Pulau Weh, pulau Seulako, Pulau Klah, Pulau Rubiah, dan Pulau lain sekitarnya.

KPPBC TMP C Banda Aceh, dengan wilayah kerja meliputi kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, (kecuali pulau breuh, pulau nasi, p. teunom, dan pulau kecil lainnya), kab. Pidie dan kab. Pidie jaya.

KPPBC TMP C Meulaboh, dengan wilayah kerja meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Nagan Raya, Simeulue dan Subulussalam.

KPPBC TMP C Lhokseumawe, dengan wilayah kerja meliputi kotamadya Lhokseumawe, kab. Aceh Utara, kab. Aceh Tengah, kab. Bireuen, dan kab. Bener Meriah.

KPPBC TMP C Kuala Langsa, dengan wilayah kerja meliputi kota Langsa, kab. Aceh Timur, kab. Aceh Tamiang, kab. Gayo Lues, kab. Aceh Tenggara.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh РPersonil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus