Berhadiah 25 Juta Rupiah, UTU akan Gelar Turnamen Catur Teuku Umar Terbuka Untuk Umum

Berhadiah 25 Juta Rupiah, UTU akan Gelar Turnamen Catur Teuku Umar Terbuka Untuk Umum

0

wali-news.com, Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) akan menggelar event turnamen Catur Teuku Umar (Catoe Rimueng). Even catur ini akan memperebutkan piala Rektor UTU dan total hadiah sebesar 25 juta rupiah. Pada tanggal 7 dan 8 Desember 2019 di Alue Peunyareng, Aceh Barat.

Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA kepada media ini, Selasa (08/10/19) mengatakan, turnamen catur ini diselenggarakan dalam rangka pelestarian budaya berfikir diantara kita melalui bermain Catur. Selain itu, kegiatan ini juga bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis UTU ke-13 yang jatuh pada bulan November mendatang.

Prof. Jasman menjelaskan, event catur teuku umar ini terbuka untuk masyarakat umum dan tanpa batasan usia. Biaya pendaftaran gratis. Batas pendaftaran hingga 30 Oktober 2019 dan akan ditutup jika peserta sudah memenuhi kuota 250 orang pendaftar.

“Output dari kegiatan ini dapat membentuk kepribadian mahasiswa yang memiliki karakter dan pemikiran cemerlang serta mengenang perjuangan Pahlawan Nasional Teuku Umar dalam berperang melawan belanda, dengan menggunakan siasat-siasat jitu yang sulit dipahami oleh Belanda.”Ujarnya

Menurut Prof. Jasman, ini adalah salah satu cara kita mempromosikan nilai-nilai perjuangan dan sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan. “Ini even perdana pergelaran turnamen catur teuku umar yang dibuka untuk masyarakat umum, jika tahun-tahun sebelumnya catur ini dipertandingkan khusus untuk mahasiswa dalam event UTU Awards.” Terangnya

Adapun rincian hadiah uang tunai dalam catur teuku umar ini adalah
Juara 1 = Rp. 7.500.000,-
Juara II = Rp. 6.000.000,-
Juara III= Rp. 5.000.000,-
Harapan I = Rp. 4.000.000,-
Harapan II = Rp. 3.000.000,-

Cara pendaftaran
Hubungi : 0811-688-6633 (Hasra) dan
0852-9675-5579 (Hamdani). Atau dapat mengisi form berikut ini : https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc_8Gy9-26x4_eelffAOMp25QcVjnhLj7UNb7lkKkIa5ITmIg/viewform?vc=0&c=0&w=1

Awal Kisah Catur Teuku Umar

Catur Teuku Umar, pertama kali dikomersialkan di Belanda dengan nama Teoekoe Oemar Spel pada tahun 1898, persis setahun sebelum Teuku Umar syahid.

Permainan tersebut dijual seharga 90 sen. Kala itu, Belanda sedang gencar-gencarnya mencari dan mengejar pasukan Teuku Umar.

Teuku Umar bukan hanya pejuang yang tangkas dalam berperang. Ia juga seorang yang sangat cerdas. Taktik dan manuvernya dalam perang gerilya sering tak terduga dan mengejutkan.

Sebetulnya catur ini menggambarkan tentang taktik perang gerilya yang dimainkan Teuku Umar dalam melawan pasukan Belanda yang memiliki senjata relatif lebih canggih. Namun, dengan kehebatan strategi dan taktik gerilyanya, tak jarang pasukan Teuku Umar memenangkan pertempuran.

Pemain catur dapat berperan sebagai pengendali para gerilyawan yang strateginya dimulai dari delapan gerilyawan sedang mengepung tiga prajurit Belanda yang berposisi di titik sentral papan catur.

Pasukan Teuku Umar mempunyai 14 gerilyawan cadangan yang bertugas mem- _backup_ dari belakang agar serangan Belanda tidak tembus. Jika Belanda sudah terkunci dan tak bisa bergerak lagi, maka pemain bidak Belanda pun kalah. Jika sebaliknya, gerilyawan tak sanggup mengunci serdadu Belanda, maka ia yang kalah. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Jpu Tak Hadir Lagi. Sidang Kasus Mas Kurang Kadar Kembali Ditunda

Wali-news.com, Banda Aceh – Kuasa hukum Sunardi, Razman