BKKBN Aceh Gelar Orientasi Penyiapan Kehidupan Bagi Remaja di Simeulue

BKKBN Aceh Gelar Orientasi Penyiapan Kehidupan Bagi Remaja di Simeulue

0
1st

wali-news.com, Simeulue – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menggelar Kegiatan Orientasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja di Kabupaten Simeulue, di Aula BAPPEDA Simeulue, Sinabang, Simeulue, Senin (28/10).

Kegiatan ini juga telah digelar di 22 kab/kota lainnya di Aceh ini, Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Simeulue, Hj Afridawati dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, Kabid KSPK, Muhammad Razali SE, Kasubbid Bina Ketahanan Remaja,  Fahmi SE, OPD KB,  dan Dinkes Kabupaten Simeulue.

Kegiatan tersebut dihadiri 46 orang peserta yang berasal dari 8 kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR dari sekolah), 10 kelompok BKR dan 10 org PKB/PLKB.

Selain itu,  Wakil Bupati pada kesempatan yang sama juga turut membuka  kegiatan Workshop Penyuluhan BKB Holistik Integratif (BKB HI) yang dihadiri oleh 25 orang kader Bina Keluarga Balita.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk membantu remaja agar bisa memiliki perencanaan yang matang untuk masa depannya, terutama dalam hal penyiapan kehidupan berkeluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh,  Drs Sahidal Kastri MPd pada kesempatan yang sama menyampaikan materi mengenai arah Kebijakan Program KKBPK (Kependudukan,  Keluarga Berencana, dan Pembangun Keluarga) yang menitikberatkan pada penyiapan berkeluarga yang antara lain kesiapan usia, fisik,  mental,  finansial,  moral,  emosi,  sosial,  interpersonal, keterampilan hidup,  dan kesiapan intelektual.

Ia juga menambahkan, usia ideal bagi laki-laki untuk berkeluarga yakni berusia 25 tahun dan 21 tahun bagi perempuan, hal ini ditinjau dari kesiapan fisik,  terutama saat hamil dan melahirkan, kesiapan mental dan emosi,  serta dimensi kesiapan lainnya seperti kesiapan ketrampilan dan intelektual.

Sedangkan usia 25 tahun pada laki-laki dianggap ideal dilihat dari pertimbangan perannya sebagai suami dan kesiapan financial untuk menafkahi keluarganya kelak.

Selain itu Sahidal juga mengusulkan guna menciptakan keluarga berkualitas kedepannya, agar setiap daerah di Aceh dapat membuat Perda (Peraturan Daerah) untuk mewajibkan pembekalan menyeluruh bagi calon pengantin yang akan menikah di selain pemeriksaan kesehatan fisik dan jasmaninya.

“Tatanan berkehidupan berkeluarga harus dipersiapkan agar jika sudah menikah tidak lagi bergantung hidup kepada orangtua dan mampu menjadi keluarga sejahtera dan berketahanan tinggi.” kata Sahidal Kastri.

Sementara itu Wakil Bupati, Hj Afridawati  mengatakan, guna mewujudkan Simeulue yang sejahtera, perlu adanya  pembenahan dari berbagai aspek, tidak hanya pembangunan dalam hal infrasruktur saja tetapi juga terkait hal lainnya termasuk kualitas generasi muda.

“Generasi muda yang cemerlang tentunya harus memiliki  bekal dan modal yang memadai diantaranya yaitu pendidikan, kesehatan mental, dan spritual rasa cinta tanah air yang tinggi dan terpenting memiliki rasa iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ” tegasnya.

Terkait kegiatan Orientasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja, Afridawati mengatakan, kegiatan ini salah satu upaya pemerintah untuk membangun kualitas generasi muda yang unggul disamping sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan orangtua serta anggota keluarga terhadap kelangsungan tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang.

“Melalui komunikasi efektif antara orangtua dan anak, sehingga terciptanya hubungan setara dan harmoni dalam satu keluarga,  diharapkan pada kegiatan ini remaja dapat memahami tentang pentingnya kedewasaan usia perkawinan. Kematangan alat reproduksi dan kesehatannya, sehingga remaja dapat dan mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana serta menikah penuh dengan perencanaan,”tutupnya.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemerintah Aceh Bukan Persiapkan Kuburan Massal

Banda Aceh – Menyusul permintaan maafnya kepada seluruh