Climate Institut Selenggarakan Seminar Ocean Waste di Unsrat Manado

Climate Institut Selenggarakan Seminar Ocean Waste di Unsrat Manado

0

MANADO (Wali-News.com) – Climate Institut bekerja sama dengan FNF dan Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menyelenggarakan seminar tentang ocean waste di Gedung Rektorat Unsrat pada (25/10/2018). Adapun tema seminar tersebut yaitu “Selamatkan Laut Kita Stop Sampah Plastik”. Seminar tersebut sangat bermanfaat untuk diselenggarakan, khususnya bagi para mahasiswa mengingat letak geografis kota Manado yang strategis.

Climate Institut sendiri terbentuk sejak tahun 2015 dan baru dilegalitas pada 2017 lalu. Tujuan utama dibentuk yaitu meyakinkan para murid/mahasiswa menjadi pelopor perubahan iklim. Adapun sasaran audiensi yaitu pemuda untuk peduli terhadap isu lingkungan. Selain itu FNF yang juga sebagai media partner acara tersebut, terbentuk sejak 1958 dan masuk ke Indonesia mulai tahun 1969. Adapun tujuannya yaitu mempromosikan isu-isu HAM, supremasi hukum, ekonomi pasar sampai dengan isu lingkungan. Pada kesempatan seminar tersebut, isu lingkungan dianggap menjadi suatu hal yang sangat penting dikarenakan mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

“Sampah yang berada di laut merupakan kebanyakan berasal dari darat. Maka hal tersebut menjadi konsentrasi sebagai peneliti lingkungan hidup di bidang planning. Pemerintah Indonesia menargetkan 7 tahun ke depan akan menurunkan angka sampah menjadi 70% dibandingkan dengan sekarang. Untuk mencapai target tersebut, khususnya di kota Manado telah dilakukan upaya kerja sama dengan Pemkot Manado, salah satunya masterplan terkait pencegahan sampah yang masuk ke sungai Tondano dan juga terkait polusi udara”, ujar Dr. Ir. Linda Tondobala selaku Pusat Peneliti Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Unsrat.

Sulawesi Utara sendiri pernah dijadikan tempat pertemuan 6 presiden negara yang tergabung dalam wilayah segitiga terumbu karang. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang menyimpan kekayaan alam terumbu karang dan menjadi komoditas pariwisata. Adapun luasnya yaitu mencapai 75.000 km persegi, yang memiliki 500 lebih spesies terumbu karang dan dijuluki sebagai amazone of the sea, dikarenakan keragaman hayatinya. Di wilayah tersebut juga tersimpan 5-15 juta ton ikan setiap tahunnya.

“Permasalahan sampah di laut menjadi isu yang sangat penting untuk dibahas. Faktanya Indonesia menjadi negara nomor 2 penghasil sampah di dunia. Berdasarkan penelitian di dalam 3 ton ikan terdapat 1 ton plastik. 95% plastik merupakan plastik yang pemakaiannya hanya dilakukan sekali. Oleh karena itu sampah sangatlah berdampak pada kehidupan manusia khususnya pada bidang kesehatan”, ujar Ir. Ronald Sorongan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut yang turut hadir pada seminar tersebut. (AA)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

300 Pelajar Barsel Ikuti Vaksinasi Covid dari BINDA Kalteng

Wali-news.com. Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten