Demokrasi dan Pendidikan di Indonesia

Demokrasi dan Pendidikan di Indonesia

0

Penulis : Gratia Wing Artha*

Di Indonesia pendidikan seolah – olah menyimpang dari asas pendidikan yang sebenarnya bagaimana tidak pendidikan yang selama ini diharuskan memiliki idealisme senyatanya malah teseret arus politisasi. Bagi golongan yang sadar akan kondisi ini pastinya akan merasa bahwa apa yang dirasakan sekarang ini sebagai akibat dari perencanaan sistem pendidikan yang kurang bijaksana di masa lampau.

Secara sosiologis kondisi tersebut menyebabkan masyarakat telah terkungkung dalam pendidikan sistem tirani. Yang mana dalam hal ini mengakibatkan pendidikan di Indonesia menjadi kaku dan terpasung dari realitas sosial yang ada disekitarnya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya pendidikan harus memberikan solusi guna menunjang daya kritis masyarakat. Dari sini saya mencoba untuk memberikan refleksi kritis akan makna pendidikan sebagai sarana transformasi demokrasi di Indonesia.

Pendidikan di Indonesia sebenarnya dapat memiliki peran penting atau strategis guna melatih  calon – calon masyarakat yang kritis. Akan tetapi, sebagian besar ahli ilmu sosial meragukan hal ini lantaran pendidikan di Indonesia masih sangat represif. Sistem dikte masih menguasai pembelajaran di Indonesia.

Sistem pendidikan yang tidak sehat ini mengakibatkan pendidikan di Indonesia seakan anti- demokrasi. Dalam hal ini mengakibatkan sistem pendidikan di Indonesia lebih mengutamakan hasil daripada proses. Kondisi ini menyebabkan arus pendidikan di Indonesia seakan menutup diri dari realitas kemanusiaan dan sosial. Yang senyatanya berdampak pada terpinggirnya pendidikan dari realitas yang ada pada masyarakat.

Sangat jelas keadaan ini mengakibatkan kita tersekat dari masyarakat kita. Sehingga menghasilkan para kaumn terdidik yang hanya memiliki pengetahuan di dalam kelas saja tanpa mengetahui apa yang ada dan terjadi pada masyarakat sekelilingnya. Sangat parah memang, akan tetapi inilah sistem pendidikan di Indonesia. Sebuah sistem yang mana benar – benar memasung pembelajar dari realitas sosial tempatnya berpijak selama ini.

Perlu ditekankan disini sebuah pemikiran pendidikan berwawasan kemasyarakatan yang mana pendidikan yang didapat selama ini harus dikembalikan dan dimanfaatkan guna kepentingan masyarakat. Selama ini pendidikan selalu dimaksudkan sebagai alat dan buruh industri.

Akan tetapi, pernahkan kita berfikir mengenai nilai filosofis, dan sosial pendidikan. Jawabannya pasti tidak pernah. Hal ini dikarenakan kita telah terjebak pada industrialisasi yang mana pendidikan di Indonesia tidak pernah menyentuh masyarakat yang artinya demokrasi telah meninggalkan sendi – sendi demokrasi yang seharusnya menjadi elemen penting dalam menjankan pendidikan yang berperikemanusiaan dan keadilan.

*Penulis merupakan Alumnus Sosiologi FISIP UNAIR dan Pemerhati Masalah Sosial

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan