Desak Usut Tuntas Kasus Kematian Dua Anak Di RSU CND Meulaboh, SMUR Demo Polres Aceh Barat

Desak Usut Tuntas Kasus Kematian Dua Anak Di RSU CND Meulaboh, SMUR Demo Polres Aceh Barat

0

wali-news.com, Meulaboh – Sejumlah massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat melancarkan Aksi Protes di depan Kantor Kepolisian Resert (Polres), terkait kasus suntik yang menyebabkan dua anak meninggal dunia saat ditangani oleh petugas medis di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh. Yang terjadi pada bulan Oktober 2018.

Aksi sejumlah massa tersebut, mendesak pihak kepolisian untuk berlaku adil dan transparan dalam mengungkapkan terhadap pelaku yang terlibat dan bertanggungjawab atas kasus hukum yang korbannya yakni, Alfa Reza (11) asal Desa Pante Ceureumen, Aceh Barat. Dan Azrul Amilin (15) asal Pasie Teube, Teunom, Aceh Jaya.Koordinator aksi SMUR Masykur mempertanyakan, terkait pengusutan kasus hukum terhadap kematian pasien di rumah sakit karena menurut mereka mengapa hanya kasus kematian Alfa Reza (11) yang dilakukan pengusutan, dan penyidik hanya menetapkan dua orang tersangka yakni EW (29) dan DA (24) yang bertugas sebagai perawat di RSU CND.

Menurut Masykur, dalam kasus tersebut terdapat satu korban lainnya yang ikut meninggal dunia dalam kasus yang sama yakni Azrul Amilin (15) warga Desa Pasie Teubee, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya. Tapi pihak kepolisian tidak melakukan pengusutan dan penyelidikan.“Padahal ada pelaku lain dalam kasus ini, dikatakannya, bukan hanya dua perawat saja yang jadi tersangka. Pihaknya menduga ada pelaku lainnya yang tidak diproses yaitu seorang dokter yang telah melakukan praktek ilegal.” Kata Masykur.

Dalam Orasinya Masykur menyebutkan terdapat sejumlah kejanggalan dalam pengusutan kasus, sehingga pihaknya mendesak polisi untuk melakukan tindakan hukum tegas dan jelas agar kasus tersebut dapat memuaskan semua pihak dan tidak ada pihak yang dirugikan.Aksi mahasiswa yang berjumlah puluhan itu, juga mengancam akan kembali menggelar aksi yang sama dengan massa yang lebih besar lagi, apabila pimpinan Polres Aceh Barat tidak memberikan keterangan secara langsung kepada mahasiswa terkait kejelasan kasus tersebut kepada mahasiswa.

Amatan wali-news.com, Rabu (24/7/19). Dalam aksinya mahasiswa juga membentangkan spanduk “Usut tuntas kasus salah suntik terhadap korban Arzul Amilin” dan juga meneriakkan yel-yel mengunakan pengeras suara (Toa) serta mendapatkan pengamanan ketat dari kepolisian setempat.Kapolres Aceh Barat, AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan pihak kepolisian meminta kepada masyarakat termasuk mahasiswa agar bersabar dan menunggu proses hukum yang akan digelar di pengadilan setempat, karena berkas penyelidikan kasus kematian seorang pasien di RSUD Meulaboh sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Bobby mengatakan dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka yang diduga kuat merupakan pelaku yang menyebabkan meninggalnya pasien atasnama Alfareza, warga Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat.“Kita minta rekan-rekan mahasiswa mohon bersabar, kita masih menunggu proses di pengadilan. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Bobby.

Mengingat dalam pengusutan perkara tersebut, penyidik sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk meminta keterangan saksi ahli dalam perkara ini termasuk saksi lain yang berkompeten, jelasnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya masih melihat perkembangan lain di pengadilan nantinya untuk bisa melakukan langkah dan sikap selanjutnya dalam perkara ini. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aceh Barat Gelar Upacara Kemerdekaan RI Di Mako Yonif 116 Garda Samudera

wali-news.com, Meulaboh – Upacara pengibaran bendera dalam rangka