Diduga Ada Penyelewengan Anggaran Pengadaan Bibit Pinang Betara, PPK Disbunnak Aceh Barat Diperiksa Polisi

Diduga Ada Penyelewengan Anggaran Pengadaan Bibit Pinang Betara, PPK Disbunnak Aceh Barat Diperiksa Polisi

0

wali-news.com, Meulaboh – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat memeriksa Said Ikhsan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten setempat terkait proyek pengadaan bibit pinang betara dengan nilai sebesar 2,85 miliar atau sebanyak 286.000 bibit, tahun anggaran 2018 yang dianggarakan lewat Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten (APBK), Rabu (23/1/2019)

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kanit Tipikor, Brigadir Banta Rahmadsyah mengatakan, pemeriksaan terhadap PPK Disbunnak itu dilakukan sebagai bentuk permintaan klarifikasi setelah adanya laporan dari masyarakat.

“Sehubungan dengan adanya laporan dari masyarakat tentang belum dibagikannya bibit pinang tahun anggaran 2018 maka kita panggil PPK untuk minta diklarifikasi terkait belum disalurkannya bibit pinang,” kata Banta.

Terkait belum dilakukannya penyaluran bibit pinang betara oleh rekanan pemenang kontrak pengadaan Bibit pinang tersebut oleh PT Mustika Citra Utama, yang merupakan kegiatan dibawah Dinas Perkebunan Dan Peternakan, terungkap jika bibit yang disediakan belum cukup umur, berdasarkan spesifikasi yang disyarakatkan dinas.

“Dari klarifikasi yang kita peroleh usia bibit tidak cukup. Usia yang harusnya disediakan lima bulan, namun dilapangan usianya baru tiga bulan, sehingga dilakukan adendum oleh Dinas,” ucap Banta.

Akibat umur bibit yang belum cukup, kata dia, sehingga bibit tidak bisa tersertifikasi lantaran usia bibit baru dapat tersefikasi ketika berusia lima bulan. Untuk mencukupi usia tersebut, kata Banta, maka pihak rekanan harus menunggu hingga bulan februari ini.

Banta menambahkan, oleh karena usia bibi yang belum cukup, saat ini pihak dinas melakukan adendum terhadap kontrak tersebut. Terkait dengan persoalan tersebut sudah ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan, kata Banta, dari keterangan tersebut, pihaknya sedang mempelajari dulu ada atau tidaknya indikasi korupsi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli, SE mempertanyakan realisasi pengadaan bibit pinang batara yang berada di bawah Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, dengan sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2018.

Ia mengungkapkan dalam program pengadaan bibit betara yang akan dibagikan kepada kelompok masyarakat di kabupaten tersebut dengan anggaran Rp 2,85 miliar.

Dari pantauan wali-news di Mapolres Aceh Barat, sekira pukul 15.00 WIB Said Ikhsan masih diperiksa pihak kepolisian di ruang unit Tipidkor, Reskrim Polres setempat. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1 Positif Covid-19 Saat Tim Asistensi Polda Aceh Lakukan Pemeriksaan di Perbatasan Tamiang-Sumut

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Tim Asistensi Polda Aceh