Diduga Palsukan Tanda Tangan Oknum Pengacara YARA Dipolisikan

Diduga Palsukan Tanda Tangan Oknum Pengacara YARA Dipolisikan

0
Rahmat memperlihatkan tanda bukti lapor dugaan pemalsuan tanda tangan di Mapolres Abdya. Photo: Ist

Wali-news, Aceh Barat Daya – Oknum anggota Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan ke Mapolres setempat, atas tuduhan pemalsuan tanda tangan. Sesuai Laporan bernomor LP-B/46/VII/RES.1.24./2020/ ke SPKT Mapolres Abdya itu, pelapor Zulkifli SH, yang juga pengacara YARA, melaporkan Miswar SH dan Zulkifli SH sesama pengacara lembaga itu karena diduga memalsukkan tanda tangannya.

“Kasus ini berawal kuasa yang diterima klien kami dari Aminal Adil, 27 Mei 2017 lalu. Dimana dalam surat kuasa tersebut tertera nama Miswar, SH, Erisman, SH dan Zulkifli, SH,” kata Rahmat S,Sy kuasa hukum Zulkifli, SH dari kantor pengacar Law Office R2P and Partners, Rahmat, S.Sy., C.P.C.L.E. dan Pujiaman, SH, Ahad (26/07/20).  

Rahmat mengatakan, surat kuasa yang diterima ketiga pengacara tersebut diperuntukkan untuk mendaftarkan gugatan Aminah Adil, tertanggal 30 Mei 2017. Namun kata Rahmat, belakangan gugatan dengan Nomor Perkara : 5/Pdt.G/2017/PN. Ttn. tersebut akhirnya dicabut.

“Setelah dicabut surat kuasa tersebut dimasukkan kembali 13 Juli 2017 dengan nomor perkara 6/Pdt.G/2017.PN. Ttn dengan surat kuasa yang sama. Padahal, sejak itu Zulkifli, SH tidak pernah tahu bahwa YARA Abdya memasukkan kembali gugatan atas nama Aminal Adil hingga putusan akhir,” ujar Rahmat.

Saat putusan akhir ada, kata Rahmat keduannya memasukkan lagi Kontra Memori Banding, 15 Maret 2018, dimana dalam surat tersebut, tanda tangan klien kami dipalsukan. Padahal kata Rahmat, untuk memasukkan kontra memori banding, mereka bisa saja membuat surat kuasa baru tanpa harus memasukkan nama kliennya Zulkifli SH.

Dokumen Kontra Memori Banding tersebut lanjut Rahmat didapat kliennya 16 Juli 2020, setelah Aminal Adil selaku pemberi kuasa mencabut surat kuasa tertanggal 17 Mei 2017, tanggal 3 Juli 2020 didepan Panitera Pengadilan Negeri Blangpidie. Setelah pencabutan, Aminal Adil memberikan Kuasa kepada kantor Hukum ARZ dan Rekan pada 3 juli 2020 untuk permohonan eksekusi objek Aminal Adil. 

“Karena panitera PN Blangpidie meminta klien kami menandatangi surat pencabutan kuasa, dan memberi kuasa baru kepada ARZ dan Rekan di depan Panitera. Padahal dasar hukum penandatanganan surat kuasa di depan panitera tidak ada dasar,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, setelah menerima kuasa dari Aminal Adil, Klien Kami Zulkifli, SH atas nama kantor Hukum ARZ dan Rekan melakukan penelusuran dokumen perkara Aminal Adil dengan nomor perkara tersebut di pengadilan Negeri Blangpidie, Namun PN Blangpidie menyatakan belum menerima delegasi penetapan eksekusi dari PN Tapaktuan.

“Kami selanjutnya memasukkan permintaa delegasi penetapan eksekusi ke PN Tapaktuan namun PN Tapaktuan mengatakan sudah dikirim oleh PN Blangpidie. Waktu itu kita kembali menuju PN Blangpidie dengan balasan surat PN Tapaktuan, namun PN Blangpidie kembali membalas bahwa surat tersebut belum diterima,” ungkap Rahmat.

“Kita kembali mengajukan permohonan permintaan berkas perkara Nomor 6/Pdt.G/2017/PN Ttn di PN Tapaktuan. Namun pihak PN Tapaktuan tidak bisa memberikan dengan alasan dokumen itu adalah produk PN Tapktuan dan tidak bisa diberikan,” ujar Rahmat.

Berkas tersebut akhirnya keluar setelah pihaknya kata Rahmat, mengajukan permohonan permintaan berkas atas nama pribadi Zulkifli, SH yang juga salah satu penerima kuasa Aminah Adil. Dan dari berkas tersebut lanjut Rahmat kliennya mengetahui telah menjadi korban pemalsuan tanda tangan yang di duga dilaporkan Miswar dan Erisman.

“Dugaan pemalsuan itu terjadi pada Surat kontra Memori Banding. Atas dasar itu, kami sebagai penasehat hukum Zulkifli, SH. telah membuat pengaduan ke Polres Aceh Barat Daya tentang pemalsuan tanda tangan sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP,” pungkas Rahmat.

Hingga berita ini diwartakan, wali-news belum berhasil memperoleh konfirmasi dari kedua terlapor meski telah menghubungi salah satu diantara kedua terlapor. (Win)

Editor : Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan