Disbunnak Aceh Barat : Pengadaan Bibit Pinang Betara Belum Ada Sertifikasi

Disbunnak Aceh Barat : Pengadaan Bibit Pinang Betara Belum Ada Sertifikasi

0

wali-news.com, Meulaboh – Kepala Dinas Perkebunan Dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Said Mahjali, menyebutkan belum disalurkannya bibit pinang betara oleh PT Mustika Citra Utama selaku rekanan pemenang tender dalam pengadan bibit pinang untuk masyarakat tersebut disebabkan belum tersertifikasinya bibit tersebut.

“Bibitnya belum tersefikasi, jadi kita belum bisa menerimanya. Kalau bibit sudah ada dipenangkaran. Jadi kita minta rekanan untuk melengkapi sertifikasi, karena itu sesuai dengan speck yang kita syaratkan,” kata Said Mahjali, kepada wartawan, Rabu, (23/1/19).

Dikarenakan belum tersefikasinya bibit itu, maka pihak dinas belum menyetujui untuk disalurkannya bibit tersebut kepada kelompok penerima manfaat yanh berjumlah 120 kelompok yang ada di 12 Kabupaten Aceh Barat, dengan jumlah 286.000 batang bibit. Ujarnya

Said menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan adendum atau perubahan kontrak guna memperpanjang waktu pengadaan selama proses sertifikasi dilakukan oleh pihak penangkaran bibit dan rekanan.

“Menurutnya untuk tinggi bibit pohon pinang yang akan dibagikan, sesuai spek sudah mencukupi yakni dengan panjang 25 centi meter,” kata Said.

Menurut Kadis Perkebunan dan peternakan itu, penambahan waktu sesuai adendum selama 52 hari atau berakhir pada 16 Feburari mendatang. Apabil dalam waktu yang telah ditentukan apabila dalam waktu tersebut rekanan tidak bisa memenuhinya maka pihak Dinas tersebut selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) akan memutuskan kontrak.

“Dalam adendum ini pihak kita juga memberikan denda kepada pihak perusahaan satu per mil atau satu perseribu, dengan jumlah denda satu per seribu atau pun satu per mil. Adendum ini sudah sesuai dengan sesuai dengan perpres nomor 18 tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa,” Kata Said.

Ianya menjelaskan, sesuai dengan perpres nomor 18 tahun 2018 tersebut dilakukan juga mengikuti aturan tersebut, dan jika tidak dilakukan juga dikwatirkan akan menjadi persoalan hukum antara dinas dengan rekanan.

Said sendiri membenarkan, jika anggaran pengadaan bibit tersebut senilai 2,85 miliar sedangkan anggaran yang telah direalisisi mencapai 570 juta atau 20 persen dari jumlah anggaran keseluruhan. Ucapnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Disdik Aceh dan Kemendikbud Ristek Gelar Bimtek E-Pembelajaran Berbasis TV dan Suara Edukasi

Wali-news.com, Banda Aceh – Pada saat ini teknologi