Dishub Banda Aceh Ciptakan Halte Trans Kpetaradja Yang Ramah Disabilitas

Dishub Banda Aceh Ciptakan Halte Trans Kpetaradja Yang Ramah Disabilitas

0

Wali-news, Banda Aceh- Dalam upaya menciptakan prasarana umum yang ramah disabilitas di Kota Banda Aceh, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh melakukan Survey untuk perbaikan beberapa prasarana Halte Trans Koetaradja agar lebih optimal dan ramah untuk digunakan oleh masyarakat penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh melalui Sekretaris Dinas Perhubungan Muhammad Zubir, S.SiT, M.Si, pada Rabu (06/08/2020) di Halte Trans Koetaradja Lingke.

Kata Zubir, perbaikan ini dilakukan untuk menanggapi keluhan dari penyandang disabilitas kepada wali kota.

“Atas inisiasi dari bapak wali kota, kita sebagai dinas yang mengerjakan teknis diperintahkan untuk merancang beberapa halte sebagai sampel yang ramah disabilitas agar penggunaannya lebih aman dan nyaman, ini berdasarkan keluhan dari teman-teman disabilitas,” kata Zubir.

Zubir mengatakan, beberapa halte yang di jadikan sebagai sampel halte yang ramah disabilitas ialah Halte SP. Lima Depan Rumoh Budaya dan diseberangnya, Halte Depan Kantor Gub. Aceh, Halte Lingke Depan Kantor Syariat Islam Aceh, Halte Masjid Jami’ Darussalam, Halte Teuku Umar 1 Depan Masjid Teuku Umar dan Halte Teuku Umar 2 Samping Suzuya Mall.

Zubir menjekaskan, halte yang dijadikan sebagai sampel yang ramah disabilitas ini ialah area publik yang ramai dikunjungi seperti di kawasan perkuliahan, tempat wisata dan mall.

“Beberapa area yang dijadikan sebagai halte yang ramah disabilitas ini berdasarkan permintaan mereka karena titik tersebut adalah kawasan yang ramai dikunjungi disabilitas. Mereka juga meminta Halte Depan Masjid Raya untuk dibuatkan Hydraulic Wheelchair Lift yang sekarang sedang dalam proses pembuatannya oleh Dishub Aceh,” jelas Zubir.

Selain itu, Zubir mengatakan sebelumnya prasarana untuk penyandang disabilitas di Halte Trans Koetardja sudah bagus tetapi kurang optimal untuk penggunaannya sehingga perlu adanya pernyempurnaan yang lebih.

“Secara fisik prasarananya sudah bagus, tetapi tidak optimal untuk disabilitas seperti halte di Depan Suzuya yang hanya ada tangga tidak ada ramp untuk itu kita bakalan buat rampnya, ada juga halte yang awalnya rampnya tidak landai kita landaikan lagi, kita pasangkan guilding block dan handrail pada ramp untuk sisi kiri dan kanannya,” tuturnya.

Pada Survey Perbaikan Halte tersebut, Dishub juga melibatkan Erlina Marlina (41) penyandang disabilitas untuk melihat langsung kendala yang dirasakan oleh penyandang disabilitas.

Erlina mengatakan sangat apresiasi kepada pemerintah yang telah melibatkan pihaknya untuk melakukan survey sehingga kendala yang dirasakan oleh dirinya dan difabel yang lain bisa diskusikan dengan pemerintah.

“Saya sangat senang akhirnya pemerintah melibatkan kita untuk berkomunikasi sehingga bisa memberi masukan yang selama ini tidak sesuai dengan standar aksessibel penggunan halte oleh teman-teman difabel,” kata Erlin.

Erlina berharap dengan adanya halte yang ramah disabilitas ini kedepannya dapat memudahkan penyandang disabilitas di Banda Aceh untuk lebih aman & nyaman dalam menggunakan bus trans koetardja dan semoga Banda Aceh menjadi kota percontohan untuk kabupaten lain dalam kepedulian yang sangat baik kepada penyandang disabilitas.

Dalam hal ini, Zubir mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Banda Aceh yang sudah memberi dukungan sehingga program ini bisa dijalankan,Tutupnya.(Mla)

Editor : Muzakkir

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Penderita Covid-19 Aceh : 1.408 Orang Sembuh dan 2.052 Orang dalam Perawatan

Wali-news, Banda Aceh—Penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh