DPRA dan Gubernur Aceh Setujui RAPBA 2020 Rp17,279 Triliun

DPRA dan Gubernur Aceh Setujui RAPBA 2020 Rp17,279 Triliun

0

Banda Aceh – DPRA dan Plt. Gubernur Aceh akhirnya menyetujui rancangan Qanun Aceh tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) untuk ditetapkan menjadi Qanun APBA Tahun 2020 dalam rapat paripurna di Gedung DPR Aceh, Rabu, 25 September 2019. Pagu belanja dalam RAPBA yang disetujui bersama itu tidak berubah dari alokasi saat pengajuan Nota Keuangan RAPBA oleh Pemerintah Aceh kepada DPRA, 19 September lalu, yakni Rp17,279 triliun lebih.

Namun, pagu anggaran sebagian Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terjadi pengurangan dan penambahan setelah dilakukan penyesuaian saat pembahasan dengan Komisi-Komisi DPRA. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Pendapat Badan Anggaran DPRA melalui rapat paripurna pada Selasa, 24 September 2019, malam.

Dalam rapat paripurna pada Rabu, yang dipimpin Ketua DPRA, didampingi para Wakil Ketua DPRA, dihadiri Plt. Gubernur dan Sekda Aceh, semua fraksi melalui pendapat akhirnya menyatakan dapat menerima/menyetujui RAPBA 2020. Akan tetapi, ada fraksi yang menerima RAPBA itu dengan memberikan catatan sebagaimana pendapat Badan Anggaran DPRA.

Fraksi Partai Aceh (PA), misalnya, terhadap rencana kenaikan Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) bagi aparatur Pemerintah Aceh sebagaimana diusulkan dalam RAPBA 2020, fraksi ini menyatakan sependapat dengan Badan Anggaran DPRA untuk menolak/tidak menyetujui penambahan TPK tersebut. Pasalnya, hal itu dianggap sebagai pemborosan anggaran dan juga tidak sepatutnya dilakukan saat ini.

“Mengingat masih banyak program-progam prioritas pembangunan Aceh yang harus diutamakan. Kenaikan TPK juga tidak menjamin pelayanan publik akan lebih baik. Akan tetapi, mentalitas, disiplin, tanggung jawab dan jiwa ikhlas pelayanan aparatur pemerintah yang harus dikedepankan,” kata Ketua Fraksi PA, Iskandar Usman Al-Farlaky, membacakan pendapat akhir terhadap RAPBA 2020.

Sementara Fraksi Gerindra-PKS meminta agar alokasi anggaran penambahan TPK bagi aparatur Pemerintah Aceh dalam RAPBA 2020 itu dialihkan untuk program/kegiatan prorakyat dalam rangka meningkat kesejahteraan masyarakat.

Fraksi Partai Golkar berharap APBA 2020 membawa manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terjaminnya pendidikan dan kesehatan rakyat, serta terlaksananya penegakan syariat Islam di Aceh.

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat mengapresiasi Pemerintah Aceh terkait RAPBA 2020. Fraksi ini juga mengapresiasi Badan Anggaran dan Komisi-Komisi DPRA yang telah membahas dan menyinkronkan, serta memberikan pendapat, usul dan saran terhadap RAPBA tersebut. F-PD menyatakan dapat menerima RAPBA 2020 untuk disahkan menjadi Qanun Aceh, dan berharap dapat diimplementasikan dengan baik.

Struktur RAPBA 2020

Sesuai Nota Keuangan RAPBA 2020 disampaikan Pemerintah Aceh kepada DPRA, berikut rincian struktur anggaran pendapatan dan belanja:

I. Pendapatan Aceh

1. Pendapatan Asli Aceh; direncanakan Rp2.624.349.661.274

2. Dana Perimbangan; direncanakan Rp3.994.320.016.700

3. Lain-lain Pendapatan Aceh yang Sah; direncanakan Rp8.838.550.784.000

II. Belanja Aceh

1. Urusan Wajib Pelayanan Dasar, total pagu belanja Rp8.043.511.546.758;

2. Urusan Wajib Pelayanan non-Dasar, total pagu belanja Rp1.238.543.278.020;

3. Urusan Keistimewaan dan Kekhususan Aceh, total pagu belanja Rp816.029.372.143;

4. Urusan Pilihan, total pagu belanja Rp1.418.100.760.893;

5. Urusan Penunjang, total pagu belanja Rp5.284.637.520.710;

6. Urusan Pendukung, total pagu belanja sebesar Rp4.531.664.647.823;

7. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik, total pagu belanja sebesar Rp. 25.539.397.447.

Dengan demikian, Banggar DPRA menyimpulkan, RAPBA 2020 sebagai berikut:

a. Pendapatan Rp15.457.220.461.974;

b. Belanja Rp17.279.528.340.753;

Defisit Rp1.822.307.878.779

c. Pembiayaan

– Penerimaan Rp1.822.307.878.779,-

– Pengeluaran Rp.-

Pembiayaan Netto Rp.-

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berjalan (SILPA) Rp0,00.

Seperti diketahui, Sekda Aceh, Taqwallah, mewakili Plt. Gubernur, menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Qanun tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Kamis, 19 September 2019. Dalam Rancangan Qanun APBA (RAPBA) 2020 itu, belanja Aceh direncanakan senilai Rp17.279.528.340.753 (Rp17,279 triliun lebih). (Sumber : Portal Satu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus