Dua Buron, Lima lainnya berhasil di amankan Jajaran Polres Aceh Timur berikut barang bukti Ilegal Logging

Dua Buron, Lima lainnya berhasil di amankan Jajaran Polres Aceh Timur berikut barang bukti Ilegal Logging

0

Wali-news, Aceh Timur – Satuan Reskrim Kepolisian (polres) Aceh Timur berhasil meringkus lima orang yang di duga sebagai pelaku illegal logging di pedalaman Aceh Timur.

Penangkapan dilakukan setelah melalui proses penyelidikan, atas laporan warga yang menginformasikan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana illegal logging yang berada di Dusun Sijuek, Desa Sujudi, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

“Kelima pelaku illegal logging berhasil di ringkus pada Senin (31/8/2020), berikut barang bukti di lokasi penebangan,” terang Paur Humas Polres Aceh Timur Bripka Kamil dalam siaran pers, Jumat (4/9/2020).

Kelima pelaku merupakan warga Kecamatan Pantee Bidari yakni: NZ (40) warga Gampong Seunuebok Saboh, BS (36) dan MR (43) yang merupakan warga Gampong Sijudo, dan dua warga lainnya berasal dari Gampong Pante Labu yakni SF (20) dan AR (22).

Dalam siaran pers Bripka Kamil mengatakan, saat melakukan penyelidikan di temukan bahwa kelima pelaku sedang melakukan aktifitas penebangan pohon dengan cara memotong pohon.

Kemudian kayu yang telah di potong dengan Chinsaw di olah menjadi papan dengan alat pembelah batang kayu yang telah di modifikasi menggunakan mesin mobil.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga menggunakan alat berat Jonder untuk menarik kayu-kayu yang telah di belah.

Selanjutnya pelaku beserta kayu-kayu sebanyak lebih kurang setengah ton kayu olahan berbentuk papan berjenis kayu Merbau, kayu Meranti, kayu Damar dan kayu olahan sebanyak lebih kurang tiga ton dan enam batang kayu bulat, diamankan petugas guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa mereka bekerja pada BM dan AD yang diduga sebagai pemodal dan pemilik kegiatan illegal logging tersebut,” tambah Paur Humas.

Atas perbuatannya, kelima pelaku terancam pasal 55 KUH Pidana dan pasal 12 huruf a, b, c, d dan e jo pasal 82 ayat 1 sub pasal 83 ayat 1 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman penjara 5 (lima) tahun penjara.

“Kini, kelima pelaku berikut barang bukti telah kita amankan. Sedangkan, BM dan AD yang diduga sebagai pemilik modal dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” pungkas Bripka Kamil. (Mla)

Editor : Nurmala

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bertambah Lima Terkomfirmasi Covid-19, Sembuh 54 Orang di Aceh Barat

wali-news.com, Aceh Barat — Gugus Tugas Percepatan Penanganan