Dua Calo Proyek Ditangkap, GeRAK : Apresiasi Kinerja Kepolisian Aceh Barat

Dua Calo Proyek Ditangkap, GeRAK : Apresiasi Kinerja Kepolisian Aceh Barat

0

“Catatan GeRAK Aceh Barat atas peristiwa penangkapan Dua Calo Proyek oleh pihak Polres Aceh Barat”

wali-news.com, Meulaboh – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, memberikan Apresiasi kepada pihak penegak hukum yaitu Polres Aceh Barat, karena sudah berhasil menangkap 2 orang yang diduga adalah sebagai calo proyek di Aceh Barat. Minggu (6/1/19).

Edy Syah putra Koordinator GeRAK Aceh Barat Mengatakan, pihaknya terus mendorong pihak penegak hukum, terutama kepolisian untuk menjalankan kewenangan dan fungsinya dalam penegakkan hukum.

“Kita memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian, terkhususnya Polres Aceh Barat yang telah banyak mengungkapkan berbagai kasus tindak pidana, terutama dalam praktek pengungkapan tindak pidana korupsi atau rasuah di Aceh Barat”,

Edy menyampaikan, Seperti diberitakan pada beberapa media massa, bahwa kepoliasian Aceh Barat telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 orang yang diduga sebagai calo proyek, yaitu pria berinisial Y (38) dan I (42) alias R keduanya ditangkap, pada Jumat (4/1). setelah polisi menerima laporan dari tiga warga yang diduga telah menyerahkan sejumlah uang dengan besaran Rp 230 juta kepada ke dua orang tersebut.

“Pelaku diduga telah menjanjikan akan memberikan proyek swakelola dari APBK 2018 kepada ketiga orang yang telah menyerahkan uang untuk mempermulus kemudahan mendapatkan proyek pekerjaan APBK 2018 lalu,”

Sebaimana diberitakan sebelumnya, kedua orang pelaku tersebut adalah termasuk sosok terkenal di Aceh Barat karena dekat dengan pejabat pengambil keputusan dan pengurus sebuah partai di Aceh Barat.

Menurut Edy, Peristiwa penangkapan terhadap mereka yang diduga sebagai calo atau makelar proyek tersebut patut kita sesalkan, apalagi dimasa pemerintahan yang baru berjalan satu tahun ini. Peristiwa penangkapan terhadap makelar atau calo proyek adalah peristiwa yang keempat kalinya terjadi di Aceh Barat dalam rentang waktu 2018-2019 ini.

“Dari dokumentasi yang kita catat sebelumnya juga terjadi peristiwa OTT terhadap sejumlah pejabat Disdik Aceh Barat, peristiwa OTT kasus dana MTQ, dan peristiwa OTT terhadap pegawai honor di rumah sakit Cut Nyak Dhin Meulaboh,” kata Edy

GeRAK Aceh Barat mengkuatirkan, ketika proyek ini dimenangkan oleh sejumlah pihak yang diduga telah menyetorkan atau memberikan uang (fee) kepada mereka yang mempunyai hubungan dengan sejumlah pihak, maka kita meragukan kualitas pembangunan proyek tersebut yang nantinya akan asal jadi. Cetusnya

“peristiwa tersebut adalah perilaku yang menjurus kepada praktek suap menyuap. Mengacu kepada UU No: 31/1990 jo UU No: 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi, maka perkara tersebut masuk dalam tujuh (7) unsur pengelompokan dibidang korupsi. Artinya, kasus calo pemberian proyek APBK 2018 adalah korupsi yang merugikan negara,” Ujarnya

Maka dari itu kita mendesak pihak kepolisian untuk mengembangkan kasus ini bukan hanya kepada sipemberi dan penerima, tetapi juga mendorong agar praktek rasuah atau perilaku korupsi yang mengiming-imingkan sejumlah proyek kepada pihak lainnya untuk dikembangkan dan tidak hanya berhenti disitu saja. Harap Edy, (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Di Malaysia, Rektor UTU Jadi Keynote Speaker ISSK UPM

wali-news.com, Meulaboh – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU)