Dugaan Mafia Jual Beli Kursi Anggota KPU Kab/Kota Lampung

Dugaan Mafia Jual Beli Kursi Anggota KPU Kab/Kota Lampung

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung mengawal Akademisi Hukum Unila, Budiono dalam menyampaikan dugaan mafia jual beli kuris anggota KPU Kab/Kota Lampung Periode 2019-2024, yang telah dilakukan secara terstruktur dan sistematis (8/11/19).

Akademisi Hukum Unila, Budiono menjelaskan bahwa calon anggota KPU Tulang Bawang, inisial VP beserta suaminya mendatangi rumahnya pada 3 November 2019 pukul 6.30 WIB, untuk menceritakan bahwa untuk terpilih menjadi anggota KPU harus menyerahkan sejumlah uang terlebih dahulu kepada oknum yang berinisial ENF.

ENF mengatakan kepada VY bahwa dia telah gagal terpilih menjadi anggota KPU Kab. Tulang Bawang. Kemudian, ENF menawarkan bantuan untuk memenangkan VY dengan cara memberikan sejumlah uang senilai Rp. 100 juta rupiah kepada LP (Perantara/Calon Komisioner Kab. Pesawaran). LP sendiri sudah memberikan sejumlah uang senilai Rp. 170 juta rupiah kepada oknum yang berada di Jakarta.

Untuk membuktikan praktik jual beli kursi komisioner, mereka setuju untuk memberikan uang dalam bentuk kwitansi kepada ENF di Hotel Swiss-Bell kamar 7010. Pelaksanaan pemberian uang tersebut diperantarai oleh suami VP dan LP. Dalam pertemuan itu, ENF juga menceritakan bahwa dirinya terpilih menjadi Anggota KPU Provinsi Lampung juga karena menyetorkan uang Rp220 juta kepada oknum yang ada di Jakarta.

“Saya bersama LBH Kota Bandar Lampung akan melaporkan ENF kepada DKPP dan Polda Lampung karena telah melanggar kode etik dalam penyelanggaraan Seleksi Calon Anggota Komisioner KPU untuk tingkat Kab/Kota dan Prov. Lampung, dengan melakukan pemerasan kepada salah satu calon”, ujar Budiono.

Editor : Ikhsan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sampah dan Aroma Busuk Masih Menyelimuti Bibir Pantai Losari

wali-news.com. Makassar – Masih nampaknya kumpulan sampah yang