F-GMA Desak Anggota DPRA Keluar Dari Gedung, Apabila Masalah Ini Tidak Selesai

F-GMA Desak Anggota DPRA Keluar Dari Gedung, Apabila Masalah Ini Tidak Selesai

0

wali-news.com, Banda Aceh – Front Gerakan Marwah Atjeh (F-GMA) Mendesak DPRA agar segera mensahkan APBA 2018, Apabila sampai molor lagi waktunya dalam mensahkan APBA 2018, Lebih baik mereka keluar dari Gedung DPRA, Sebab DPRA milik rakyat bukan milik pribadi, partai maupun golongan.

Hal tersebut disampaikan President F-GMA Tgk. Sufaini Usman Syekhy yang didampingi para pengurus F-GMA  dalam acara konferensi pers bersama puluhan wartawan. Di Haba Cafe, Lamprit, Banda Aceh, Senin (22/1).
“Anggota Dewan baik DPRA maupun DPRK sekarang hanya mementingkan pribadi dan golongan, tidak mendukung kepentingan rakyat, seperti akibat dari keterlambatan dalam mensahkan APBA 2018 yang dirugikan secara langsung rakyat sebab roda perekonomian tidak berputar secara normal, Apabila ini masih berlanjut kami akan mengajak rakyat untuk mengepung gedung DPRA, sebab Gedung DPRA milik rakyat dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan.”tegasnya.
Kami juga mengajak rakyat agar tidak memilih kembali anggota Dewan yang sedang menjabat sekarang ini di pemilihan legislatif 2019. Karena kita sudah tahu kerja mereka bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk pribadi dan keluarga.
“Bagi kami pemimpin Aceh sekarang ini dari partai manapun baik lokal maupun nasional tidak penting asal bisa mengangkat Marwah Aceh dan mengutamakan kepentingan rakyat. Seperti kita ketahui DPRA sekarang ini dikuasai oleh Partai tertentu sehingga mereka tidak mengutamakan lagi kepentingan rakyat tapi hanya untuk partainya, golongan dan pribadi.” Ujar Tgk Syekhy.
Kami juga mengajak agar seluruh rakyat Aceh bersatu untuk mendukung Pemerintah Aceh yang sekarang ini di pimpin Irwandi Yusuf, hilangkanlah segala perbedaan dan perpecahan demi mewujudkan Aceh Damai, Aceh Hebat dalam rangka mengembalikan Marwah Aceh bermartabat.
Masalah lainnya selama ini DPRA sibuk memainkan isu bendera Aceh jelang masa pemilu bukan memikirkan bagaimana mensejahterakan rakyat, kami minta DPRA dan Pemerintah segera hentikan polemik bendera bulan bintang, kami mendesak supaya bendera bulan bintang digantikan saja dengan bendera alam peudeuing sebagai lambang Aceh dan pemersatu rakyat Aceh.
“Sebab bendera Alam Peudeuing di masa kesultanan Aceh adalah sebagai pemersatu rakyat Aceh.” Ujar Tgk. Syekhy.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus