FSPMI SUMATERA UTARA TOLAK KENAIKAN UMP 8,51% : RATUSAN BURUH AKAN DEMO

0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deliserdang,WaliNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2020 sebesar Rp2.499.423. Upah ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.Penetapan UMP tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/674/KPTS/2019 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatra Utara tertanggal 1 November 2019.

 

Penetapan UMP ini pun sudah ditandatangani Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.Menyikapi hal itu, FSPMI Sumut menyatakan, menolak kenaikan UMP Sumut yang hanya 8,51 persen.

“Kami kecewa karena Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaksakan kenaikan UMP Sumut, tanpa memperhatikan kondisi ril kehidupan para buruh. Dalam kurun 7 tahun terakhir upah buruh di Sumut sudah tertinggal jauh dari daerah lain di Indonesia,” kata Sekretaris FSPMI Sumut, Toni Rikson, Selasa (5/11/2019).

Toni menduga, penetapan UMP tidak melalui rapat Dewan Pengupahan dan juga pertimbangan dari Serikat Buruh, yang hampir semua elemen dapat dipastikan menolak penetapan UMP dengan mengacu pada ketentuan PP No. 78 tahun 2015.

“Buruh Sumut meminta harusnya penetapan UMP berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) meliputi sandang, pangan, papan para buruh,” ujarnya.

Agus menlai, UMP Sumut sudah selayaknya naik diatas 15 – 20 persen berdasarkan hasil survei KHL terbaru yang menghitung 84 item KHL, yakni naik menjadi Rp2,7 – 3 Juta.

“Gubsu terlalu cepat meneken UMP Sumut, seolah mau cari aman saja. Padahal Dewan Pengupahan Nasional sedang merumuskan penghitungan Upah buruh berdasarkan KHL yang terbaru digodok oleh Dewan Pengupahan Nasional di Jakarta,” jelasnya.

 

Toni mengungkapkan, Gubernur Sumut sudah dua kali ini memaksakan UMP dengan PP No. 78/2015.

“Hal ini menandakan bahwa program beliau (Gubernur=red) kepada kesejahteraan buruh Sumut tidak sesuai dengan janjinya. Untuk itu kita meminta agar Gubsu merevisi kenaikan UMP tersebut,” cetusnya.

 

Kita meminta agar Gubsu merevisi kenaikan UMP tersebut,” cetusnya.

 

FSPMI, lanjutnya, juga akan melakukan aksi unjuk rasa pada 6 November 2019.

 

“Kita akan terus menggalang massa buruh dan elemen lain untuk aksi bersama melakukan penolakan kenaikan UMP Sumut yang sangat murah itu,” pungkasnya.

ICHWANUR

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aksi Kamisan Makassar ke-53, Bela Ramsiah

Wali-news.com, Makassar – Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi