GeRAK Aceh Barat : Dinilai Terburu-buru Proyek Perbaikan Ulang Jalan Meulaboh-Tutut Tak Maksimal

GeRAK Aceh Barat : Dinilai Terburu-buru Proyek Perbaikan Ulang Jalan Meulaboh-Tutut Tak Maksimal

0

wali-news.com, Meulaboh – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, menilai proyek perbaikan jalan Meulaboh-Tutut terlalu dipaksakan dan terburu-buru sehingga hasilnya tidak maksimal.

Proses pekerjaan ulang jalan Meulaboh-Tutut yang sudah selesai pada 2018 silam, seperti kurang maksimal paska diperbaiki, sekitar satu bulan kemarin (Febuari 2019) jalan kembali rusak.

“Atas dasar laporan masyarakat dan juga pantauan dilapangan ada beberapa titik jalan yang kembali rusak atau berlubang, seperti dikawasan Desa Cot Trung dan juga Desa Putim, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat,” Ujar Edy Syahputra Koordinator GeRAK Kepada wartawan. Rabu, (27/2/19).

Tentunya hal ini sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan, baik kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua apabila terjatuh kedalam lubang tersebut. Atas dasar hal tesebut, pihaknya meminta pihak penegak hukum, baik polisi dan kejaksaan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan pemeriksaan atas kondisi jalan yang kembali rusak, padahal belum satu tahun pemakaiannya.

“Kita sudah pernah melaporkan kasus kerusakan jalan tersebut dan dengan tegas meminta kepada pihak penegak hukum, baik polisi maupun kejaksaan, agar segera melakukan pengusutan atas kondisi jalan serta kualitas proyek jalan tersebut. Dimana paska serah terima proyek dari pelaksana kepada pemerintah daerah (disitilahkan PHO), tidak berapa lama, jalan tersebut sudah berlubang dan terkelupas aspalnya, tentu saja, masyarakat umumnya berpikir bahwa kualitas jalan tersebut tidak begitu baik dan terkesan “Asal Jadi” dan merugikan Negara,” Sebut Edy.

Menurut Edy, Seharusnya dalam proses perencanaan dan pekerjaannya, pelaksana proyek paham betul akan kondisi ini, jadi tidak hanya kejar tanyang, sehingga mengabaikan kualitas pekerjaan. Patut diingat juga, bahwa jalan Meulaboh-Tutut ini adalah jalan lintas utama warga dan bahkan jalan lintas antar kabupaten (Aceh Barat-Pidie).

Diketahui bahwa nilai pagu anggaran proyek pemeliharaan jalan berkala tersebut sekitar Rp 5.6 M dan kemudian di menangkan oleh PT. Citra Karsa dengan nilai harga penawaran Rp. Rp 5.5 M sekian. Pihaknya menduga dari awal proses pelaksanaan pekerjaan di tahun 2017 lalu adalah proyek gagal dalam proses pengerjaannya, sehingga menyebabkan di beberapa titik yang dibangun mengalami kehancuran (aspal terkupas) dan sudah tergenang air. Terangnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Giok Aceh kembali jadi Incaran kolektur Batu

Aceh Besar/wali-news.com Berbagai macam cara orang mencari kesenangan,