HAQ dan BATHIL

HAQ dan BATHIL

0

Assalamualikum Warah Matullahi Wanarakatuh.

Syukur Allahdulillah kembali kita saat ini kita di berikan kasih sayang oleh Allah SWT yang berlimpah kepada kita Mukmin di seluruh muka bumi.

Dalam pertemuan kali ini, izinkan kami sedikit mengupas tentang kajian dengan tema, ” Haq dan Bathil.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama Rasulullah Muhammad SAW bersabda :

اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kami yang bathil itu bathil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Penjelasan :
Tidak usah takut menjadi Orang yang sudah Benar Jalannya, karena meskipun orang yang benar itu jumlahnya hanya Satu saja, itu saja sudah cukup menghadapi Orang yang Salah, meskipun jumlah mereka beribu bahkan berjuta.

Takutlah menjadi Orang yang Keliru Jalannya, karena meskipun jumlahnya Beribu bahkan Berjuta, tidak akan akan menang berhadapan dengan Orang yang sudah Benar Jalannya, meskipun Orang Yang Benar tersebut jumlahnya hanya ada Satu.

Kekeliruan yang sering dialami oleh kebanyakan manusia adalah mendasarkan Kebenaran pada diri mereka dari segi jumlah berapa banyak mereka, bukan bersandarkan pada Prinsip.

Prinsip itu Satu adanya, sebagaimana Kebenaran itu Hakiki sifatnya. Dia hidup pada Hukum Alam (Sunahtullah) dan ada pada asal muasal penciptaan manusia.

Menentang Kebenaran sama saja menentang Hukum Alam (Sunnatullah) dan asal muasal diri kita sendiri. Andai katapun hendak ditentang, maka Sang Waktu pun cepat atau lambat akan meluruskannya kembali. Begitulah cara Hukum Alam bekerja.

Tugas kita sebagai Manusia adalah mengintrospeksi diri akan sejauhmana kita sudah di jalan yang benar sesuai dengan asal muasal tujuan penciptaan kita, bukan malah terjebak pada perasaan merasa benar lantaran jumlahnya lebih banyak dari yang lain.

Bedanya Manusia Pintar dan Bodoh hanya sebatas Manusia Pintar itu mau menyadari dimana letak kebodohannya dan mau memperbaiki kebodohannya tersebut. Ciri2 orang seperti ini mau membuka diri dan mudah diajak diskusi. Sementara Orang yang Bodoh itu sulit sekali melihat kebodohannya sendiri lantaran hanyut dalam Kepintaran yang Semu. Ciri2nya orang seperti ini dunianya amatlah sempit dan yang dia lihat di dunia ini hanyalah dunianya sendiri, tanpa membuka diri kepada referensi-referensi yang lain yang sebetulnya bisa meluaskan cara pandangnya.

Berbesarlah hati bila kita diluruskan dan dinasehati jika kita memang keliru. Itulah ciri orang yang pintar dan berjiwa besar.

Dan tidak perlu merasa besar hati ketika kita meluruskan orang lain yang keliru saat kita adalah benar, karena semua manusia memang tempatnya salah dan semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

Saling bernasehatlah sesama kita semua dalam Kebenaran dan Kesabaran, karena disitulah satu-satunya jalan untuk menuju Kemanusiaan yang Hakiki yang hanya bisa di akses bila kita mampu hidup dalam Kebersamaan, karena menghargai ke-bhinekaan antar manusia.

Kemanusian itu Satu adanya, walau Manusia itu banyak jumlahnya (suku, agama, ras dan berkelompok-kelompok).

Pahami yang satu hakekatnya itu apa dan yang banyak itu hikmahnya apa. Niscaya engkau akan melihat bahwa kita semua berasal dari Fitrah yang sama dan kembali lagi kepada yang tujuan penciptaan yang sama.

Nasehatilah diriku bila aku keliru sebagaimana aku senantiasa akan menasehatimu tatkala engkau mungkin membutuhkan masukan-masukan dan nasehat-nasehat dari orang lain.

Karena Kita semua adalah Kemanusiaan Yang Satu, di Bumi yang Satu dan di Langit yang Satu.

Watawa saubil Haq, watawa saubil Sabr.

Penulis :
Muhammad Waliul Amri Waly Bin Abuya Syech Djamaluddin Waly Bin Abuya Syech Muhammad Waly Al-Khalidi

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pasien Covid-19 Umumnya Asimtomatik, Konfirmasi Baru 56 Orang

Wali-news, Banda Aceh—Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan