Hasil Panen Petani di Aceh Barat Anjlok

Hasil Panen Petani di Aceh Barat Anjlok

0

Wali-News.com (Meulaboh) – para petani cabai di Gampong Cot Lampise, Kecamatan Samatiga, kabupaten setempat mengeluh, meskipun telah melakukan perawatan yang ekstra namun hasil yang didapatkan tetap mengecewakan petani.

Seorang petani Cabai Gampong Cot Lampise, Reza (28) mengaku selama masuk permulaan tahap tanam, berbagai gejala telah mulai muncul terhadap pertubuhan tanaman, meskipun penaburan pupuk telah dilakukan, namun tetap saja hasil yang didapati para petani tidak sesuai dengan perawatan yang dilakukan selama ini.

Dikatakannya, proses pertumbuhan cabai dikebunya selama ini mengalami penghambatan, bahkan batang cabai yang ditanaminya tersebut sebagian terlihat layu. Saat musim panen seperti saat ini hasil dari petikan cabai para petani banyak yang telah membusuk.

“Meski pun sudah dilakukan perawatan, namun banyak cabai membusuk, keriting kuning dan layu, kita yakin hal ini pengaruh besarnya disebabkan oleh cuaca buruk sehingga hasil produksi cabai menurun drastis dan kualitas cabai pun tidak seperti biasanya,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Ia mengatakan, akibat kondisi tersebut banyak kebun cabai di gampong setempat terlihat tidak terurus, para petani itu lebih memilih untuk melakukan aktivitas pertanian lainnya yang dianggap lebih menguntungkan akibat cuaca yang kurang baik saat ini.

“Seperti penanaman salah satu jenis kebutuhan bumbu dapur itu. Cuaca yang tidak sesuai menjadi alasan besar para petani tidak ikut menanam cabai lagi,” tambahnya.

Menurutnya, hasil panen kali ini jauh berbeda dengan hasil sebelumnya. Biasanya, ia mampu menghasilkan produksi cabai sesuai dengan targetnya, namun sekarang ini justru mengalami penurunan drastis, sehingga menyebabkan kerugian yang lumayan besar dan menjadi masalah serius bagi petani cabai lokal.

Harga Cabai di Pasar Bina Usaha Meulaboh Mulai Naik

Kegagalan panen yang menimpa para petani cabai di Aceh Barat, belum ada solusi dari pihak terkait manapun dalam menyelesaikan masalah ini. Namun, para petani sangat mengharapkan para dinas terkait untuk dapat membantu mereka demi mewujudkan kemakmuran petani dalam cocok tanam seperti menekan resiko gagal panen sebagai antisipasi kedepan.

Akibat produksi cabai lokal ini, juga mulai berdampak pada kenaikan harga terhadap komoditi tersebut. Di pasar bina usaha Meulaboh, harga jual cabai merah dibandrol seharga Rp48 ribu/kg, sedangkan cabai rawit Rp60 ribu/kg.

Seorang pedagang pasar bina usaha Meulaboh, Rab (24/1/2017), Iyan (28) mengatakan, sudah hampir sepekan cabai mengalami lonjakan harga dari sebelumnya.

“Lima hari sebelumnya, harga cabai merah bertahan di harga Rp38 ribu/kg, kalau cabai rawit Rp50 ribu/kg. Tapi, sekarang ini keduanya melambung tinggi karena pasokan barang lokal ke pasar tradisional terus menurun,” ujar Iyan.

Meskipun demikian, kebutuhan akan cabai di pasar bina usaha Meulaboh, Aceh Barat tidak mengalami gejolak terhadap permintaan, pembeli di pasar tersebut tetap normal seperti biasanya.

“Walaupun saat ini ketersediaan akan cabai mengalami penurunan, selama pembeli masih norma hal itu tidak menjadi masalah, namun, jika stok cabai semakin hari semakin menipis kita takutkan pasar kehabisan stok,” tandasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan