Heboh! Obat Ini Ternyata Mengandung DNA Babi

Heboh! Obat Ini Ternyata Mengandung DNA Babi

0

wali-news.com – Media sosial akhir – akhir ini dihebohkan dengan adanya obat yang diduga mengandung DNA Babi. Obat yang digunakan untuk nyeri sendi dan urusan lambun ramai dibicarakan oleh netizen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui laman pom.go.id memberikan penjelasan terkait viralnya surat internal hasil pengujian sampel obat suplemen makanan.

Dalam penjelasan tersebut terdapat dua produk obat suplemen makanan, Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Mediafarma Laboratories positif mengandung DNA babi.

“Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi,” begitulah bunyi poin kedua surat penjelasan BPOM yang diterbitkan pada Selasa (30/1/2018).

BPOM kemudian mengintruksikan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan distribusi produk mereka.

Disebutkan dalam surat, dua produsen di atas telah menarik produk mereka dengan nomor bets yang tertera dari pasaran.

Kini, BPOM telah mengintruksikan Balai POM di seluruh Indonesia untuk memantau berbagai produk yang menyalahi ketentuan.

Termasuk di dalamnya produk yang dinyatakan mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan ‘mengandung babi’

Menanggapi hal tersebut seperti yang dilansir dari viva.co.id, PT Pharos Indonesia memberikan penjelasan lewat siaran pers yang diedarkan pada hari yang sama.

“Kami selaku produsen Viostin DS yang sudah berdiri di Indonesia sejak 45 tahun lalu, sangat menjaga kualitas dari seluruh produk yang dihasilkan. Mulai dari pengujian bahan baku, hingga produk jadi yang dihasilkan,” ujar Ida Nurtika selaku direktur Komunikasi Perusahaan.

PT Pharos selaku produsen Viostin DS menerangkan, telah berupaya menuruti arahan BPOM untuk menarik dan menghentikan produksi obat tersebut sejak adanya temuan indikasi kontaminasi ini pada akhir November 2017.

“Sebagai bentuk tanggung jawab selaku produsen, kami berupaya menarik seluruh produk Viostin DS dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

KIP Se-Aceh Sepakat Pilkada Digelar 2022, Tahapan Dimulai April 2021

Wali-news, Banda Aceh- Komisi Independen Pemilihan (KIP) se-Aceh