Hendri Yono Turun Padang Serap Aspirasi Masyarakat di Aceh Selatan

Hendri Yono Turun Padang Serap Aspirasi Masyarakat di Aceh Selatan

0

Wali-News.com,Tapaktuan — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendri Yono, S.Sos., M.Si menyerap aspirasi masyarakat di Kluet Raya, Aceh Selatan pada Rabu, (7/4/2021).

Kegiatan yang diselenggaran di Gampong Indra Damai Kecamatan Kluet Selatan tersebut dalam rangka Reses pertama pada tahun 2021.

Hendri Yono mengatakan, reses sekaligus silaturahmi itu selain sebagai tugas selaku legislatif, tetapi juga suatu kerinduan untuk bertemu dengan tim sukses pemenangan, relawan serta masyarakat.

“Selain reses, pertemuan dan silaturahmi kita ini juga untuk mengobati kerinduan kita selama ini antara dewan dengan tim dan masyarakat. Saya tidak akan mungkin duduk dan menjabat sebagai dewan kalau tidak karena masyarakat. Sebab itu mendengarkan aspirasi dan masalah yang ada di masyarakat menjadi kewajiban pribadi kami selaku wakil rakyat,” kata Sekretaris Komisi III DPR Aceh dari Dapil IX ini.

Oleh sebab itu, selaku wakil rakyat dj Parlemen, Hendri Yono merasa berkewajiban untuk bertemu langsung dengan konstituennya serta menyerap dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak-pihak terkait.

“Saya selaku wakil rakyat merupakan penyambung lidah, kalau bukan dengan wakil rakyat, dengan siapa lagi masyarakat untuk mengadu, duduk sepapan dan bermusyawarah atas setiap masalah yang ada,” sambung Ketua PKPI Aceh ini yang didampingi anggota DPRK dari PKPI Aceh Selatan.

Keuchik Gampong Indra Damai, Darmawi mengaku bahwa baru kali pertama pihaknya dapat duduk bersama dengan anggota legislatif Aceh untuk mendengarkan berbagai permasalahan di masyarakat.

“Perlu kami sampaikan bahwa ini pertama kali kami duduk dengan dewan khususnya anggota DPRA dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat,” kata Keuchik Darmawi yang didampingi oleh perangkat Gampong Indra Damai serta beberapa Keuchik lainnya

Sementara itu, salah satu masyarakat Kluet Selatan, Azar dalam kesempatan tersebut menanyakan terkait kejelasan pupuk subsidi khusunya di daerah setempat. Sebab menurutnya, kebutuhan pupuk sangat dibutuhlan oleh masyarakat yang mayoritas mata pencarian di bidang pertanian.

Selama ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pupuk karena alasan aturan serta tidak terdaftarnya di dinas. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada legislatif untuk membantu dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.

“Kami sangat kesulitan mendapatkan pupuk, banyak yang gagal panen karena masalah ini, padahal masyarakat bergantung pada pertanian. Sebab itu kami meminta penjelasan dan bantuan kepada dewan terkait masalah ini,” harapnya.

Sementara perwakilan dari Kecamatan Kluet Utara, Purnama S turut menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan masyarakat terkait sarana ibadah dan kebutuhan di bidang pertanian.

“Kita berharap adanya bantuan untuk sarana ibadah yakni Masjid, begitu juga kebutuhan pertanian seperti traktor serta kebetuhan olahraga,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Keuchik Lawee Cimanok Kecamatan Kluet Timur terkait kebutuhan wilayah setempat khususnya tanggul sungai serta irigasi yang selama ini belum tuntas.

Menanggapi sejumlah usulan masyarakat tersebut, Hendri Yono mengaku telah menampung dan menerimanya serta akan diteruskan kepada pihak terkait.

“Apa yang bapak dan ibu sampaikan telah kami kantongi (dicatat). Setiap usulan akan kita teruskan nantinya baik ke Pemerintah Aceh maupun ke Pemkab Aceh Selatan,” jelasnya.

Sebab, sambung Hendri Yono, setiap usulan masyarakat tersebut sebagiannya menjadi wewenang pemerintah baik ditingkat Provinsi dan ada yang menjadi tugas Pemkab Aceh Selatan, dan sebagai anggota legislatif, dirinya mengaku hanya sebagai penyambung lidah dari setiap usulan masyarakat tersebut.

“Maka dari itu, kita selaku wakil rakyat wajib menampung aspirasi masyarakat dan  dari sejumlah usulan ini kemudian akan kita teruskan kepada pihak terkait nantinya,” kata Hendri Yono.

Terkait usulan pembangunan sarana ibadah khususnya Masjid, Hendri Yono mengaku akan membantu dalam waktu dekat agar dapat terealisasi.

Sementara pembangunan tanggul di sungai Kluet, kata Hendri Yono, sudah menjadi wewenang pemerintah provinsi karena penanganannya memerlukan anggaran yang sangat besar.

“Penanganan ini memang harus serius karena dampak sungai ini telah mengkhawatirkan. Tetapi memang anggaran pembangunan ini ada setiap tahun dan kita akan upayakan penanganannya akan maksimal,” pungkasnya. [MM]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Komisi III DPR RI Kunjungi Mapolda Aceh, Ada Apa

Wali-news.com, Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol.