Himadistra Fisip UTU, Gelar Kuliah Umum Terkait Pengelolaan Dana Desa

Himadistra Fisip UTU, Gelar Kuliah Umum Terkait Pengelolaan Dana Desa

0

wali-news.com, Meulaboh – Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMADISTRA) bekerja sama dengan Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyelenggarakan acara kuliah umum tentang pengelolaan Dana Desa, di Aula utama Universitas Teuku Umar (UTU). Senin, (25/2/19).

Ketua panitia Agusnai dalam sambutannya, acara ini diadakan sebagai media pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan untuk mahasiswa tentang pengelolaan dana desa.

“Kita harapkan dengan diadakan kuliah umum ini, mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan analisis antara persoalan teoritis dan praktis, sehingga mahasiswa dapat mengambil peran serta pengawasan terhadap pengelolaan dana desa,” Ujarnya.

Kuliah umum tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Mukim dan Gampong (DPMG) Aceh Barat, Kemal Pasya, S.IP,. M.PA. dengan tema Refleksi Pelaksanaan UU Desa atas perubahan UU Desa yang berimplikasi terhadap perubahan wewenang yang dimiliki desa.

Dalam Kesempatan tersebut, Ia menyampaikan Jika sebelumnya desa adalah sub-sistem dari Pemerintah Daerah, sekarang desa otonom dan dapat mengelola desa secara mandiri sesuai potensi yang dimiliki desa. Tentu saja terdapat berbagai dinamika dalam pengelolaan dana desa.

“seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya political will, data dan informasi yang kurang memadai, regulasi, aktor kurang sinergis dan harmonis, hingga rayuan pemburu rente,” Sebutnya

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar tokoh di suatu daerah untuk membangun desa, termasuk universitas.

Selain itu Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara, Alimas Jonsa, M.Si menyampaikan Universitas dalam hal ini dapat ambil bagian melalui program Universitas Membangun Desa (UMD) yaitu program pendampingan desa oleh universitas sebagai upaya optimalisasi penyerapan anggaran dana desa sesuai tujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Tuntunan-tuntunan peradaban harus selalu berubah, salah satu nya adalah pelayanan publik yang bebas dari KKN” jelasnya

Jonsa juga mengharapkan, mahasiswa menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, karena setiap ilmu yang di dapatkan pada masa kuliah bisa langsung di implementasikan ke masyarakat, karena itu merupakan pengabdian yang nyata. Tutupnya. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dini hari,si Jago Merah Lalap Puluhan Ruko Di Kota Sinabang

Sinabang/wali-news.com Sedikitnya puluhan rumah toko di Simpang Lima,Kecamatan