Himpasay Launching dan Bedah Dua Buku Di STAIN Meulaboh

Himpasay Launching dan Bedah Dua Buku Di STAIN Meulaboh

0

wali-news.com, Meulaboh – Dua buku karya mahasiswa pascasarjana Aceh-Yogyakarta yang merupakan kombinasi pemikiran dari lintas disiplin yaitu buku “Ruang dan Masyarakat Baru” dan “Mapping Conflict Aceh dalam Perspektif Multidisiplin” dirilis sekaligus di bedah di kampus STAIN Teungku Chik Dirundeng Meulaboh. Rabu, (31/7/19).

Kegiatan yang dilaksanakan di kampus berbasis agama kebanggaan barat selatan Aceh ini difasilitasi langsung oleh P3M STAIN TDM. Sebanyak 50 orang peserta mengikuti kegiatan itu, yang terdiri dari civitas akademik kampus terutama dosen dan penulis.

Kegiatan tersebut, Dr. Anton Djamal (direktur Progresiv Institute) menjadi Narasumber sekaligus pembedah dan Irsan Adrianda yang pernah juga menjabat Sekum Himpasay (2011-2012). Selain itu juga hadir Muhajir Al-Fairusy selaku editor salah satu buku sebagai pemantik sekaligus moderator.

Dalam paparannya, Dr. Anton Djamal mengrapresiasi isi buku, menurutnya dua buku ini cukup mewakili potret Aceh dan perubahan sosial yang benar-benar sedang kita hadapi paparnya. Lintas disiplin keilmuwan dalam buku ini menunjukkan betapa metodologis dan perbincangan pengetahuan di Jogja cukup hidup dalam memotret Aceh.

“Buku ini penting dibaca oleh pengambil kebijakan di Aceh dan jika perlu wajib dicetak banyak dan disebarkan oleh Pemerintah Aceh,” paparnya sembari disambut tepuk tangan audience.

Adapun Irsan Ardianda, berharap STAIN ke depan juga akan menjadi salah satu dapur produksi pengetahuan Aceh di Barat Selatan, dengan menerbitkan banyak buku berdasar hasil studi dan kajian mendalam.

Irsan juga bercerita panjang bagaimana laju dan pengalamannya membesarkan Himpasay sebagai wadah perkumpulan para pelajar Aceh di Jogjakarta, di mana scholarnya kini tersebar di seluruh instansi penting di Aceh.

Secara terpisah, dalam laporan tertulis, Ketua Himpasay, Heri Mauliza amat mengapresiasi dan merasa bangga karena buku karya pelajar terutama yang sedang menempuh magister dan doktoral dapat dibedah pertama sekali di STAIN TDM sebagai kiblat pendidikan agama Islam pantai Barat Selatan ke depan.

Apalagi menurut Heri, buku ini nantinya juga akan terus dibedah dan didiskusikan ke kampus-kampus lain di Aceh, Unsyiah, UIN, dan beberapa kampus lainnya yang kini menjadi tempat pengabdian dan pengembangan pengetahuan para penulis buku. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Giok Aceh kembali jadi Incaran kolektur Batu

Aceh Besar/wali-news.com Berbagai macam cara orang mencari kesenangan,