IJTI Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Anak Muda Papua

IJTI Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Anak Muda Papua

0

Sorong, wali-news.com – Ingin memperkenalkan dunia jurlanistik kepada putra-putri Papua, Ikatan Jusrnailis Televisi (IJTI) Sorong melakukan pelatihan jurnalistik di Diklat Pemkab Sorong, Kilometer 8 Kota Sorong, Kamis (24/10). Pelatihan yang mengusung tema membangun kreatifitas pemuda di era digital dengan karya jurnalistik itu ternyata dinilai menarik, pasalnya 100 slot peserta yang disediakan oleh IJTI terisi penuh oleh kaum muda Kota Sorong.

Chandry Suripatty selaku Ketua IJTI Sorong menilai anak muda Papua sebenarnya mempunyai skill dan potensi yang luar biasa. Sayangnya menurut Chandry, pemerintah kurang melihat itu. “Banyak anak muda Papua yang berbakat dalam dunia jurnalistik. Pastinya pemerintah harus sering melakukan pelatihan-pelatihan seperti ini, tentunya dalam koridor NKRI,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa dengan mengetahui dunia jusrnalis, anak muda Papua tidak harus menjadi wartawan, tapi bagaimana mereka mempunyai kreatifitas yang dapat dikembangkan. “Tidak harus menjadi wartawan, banyak yang bisa dilakukan ketika mereka kreatif, seperti membuar film, dokumenter, vlog, menulis di blog yang tentunya sesuai dengan kerangka etika jurnalistik. Di humas pemerintahan juga bisa loh,” kata Chandry di sela-sela pelatihan jurnalistik.

Tidak hanya memberikan pelatihan tentang kode etik jurnalis dan pengenalan jurnalistik televisi kata Chandry, IJTI pada kesempatan tersebut juga berbagi ilmu tentang bagaimana cara menangkal hoax dengan aturan-aturan pers.  Menurutnya cara menangkal hoax sangat penting diberikan, pasalnya belakangan ini banyak sekali hoax yang beredar, dimana tidak sedikit anak muda yang menjadi korban dan ikut menyebarkan hoax.

Dirinya berharap, ilmu yang telah mereka berikan kepada anak muda Papua saat ini bisa ditularkan juga kepada teman-teman mereka yang lain. “Tidak hanya teman-teman, kita harapkan ilmu jurnalistik ini bisa mereka bagikan juga ke keluarga, dan ade-ade mereka, harap Chandry.

Sementara itu, anggota IJTI Sorong, Michael Kabuare menilai pelatihan jurnalistik sangat penting untuk dikenalkan, mengingat anak muda papua harus segera dipersiapkan untuk menghadapi dunia digital. “Ketika mereka sudah mengenal dan paham dunia jurnalistik, anak muda Papua tidak harus terpaku lagi untuk bekerja di dunia pemerintahan. Mengingat dunia jurnalistik yang sifatnya digital ini juga sudah mulai dilirik dan menjanjikan,” jelas Michael.

Menurutnya menjadi vloger di Youtube dan editor sudah sangat menjanjikan dan tidak kalah, atau bahkan lebih baik daripada hanya mengejar posisi di pemerintahan. “Hanya dengan mengupload video di Youtube, kita bisa mendapatkan uang dari situ. Tidak harus duduk di kantor,” kata Michael.

Miachael juga berharap, dengan ilmu menangkal hoax yang mereka berikan, anak muda Papua dapat mencegah penyebaran hoax di tanah mereka sendiri, bukan malah menjadi penyebar hoax. (Ikhsan)

Sumber : Papua Barat Pos

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

INDONESIA NEGARA PENCEMAR LAUTAN NOMER 2, SAATNYA KURANGI PEMAKAIAN PLASTIK

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck