Ini Kata Kakanwil Kemenkumham Aceh Terkait Penangkapan Seorang Petugas Lapas di Langsa

Ini Kata Kakanwil Kemenkumham Aceh Terkait Penangkapan Seorang Petugas Lapas di Langsa

0

wali-news.com, Banda Aceh – Terkait Penangkapan petugas lapas pengendar sabu di Langsa, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham), Lilik Sujandi, Bc.IP,.S.I.P. M.Si. memberi keterangan pers kepada media sekaligus konfirmasi, bahwa penangkapan pelaku terjadi di rumahnya bukan di Kantor Lapas.

“Sebenarnya kami kecewa dengan perbuatan oknum sipir di Langsa yang ditangkap tim BNN atas kepemilikan 20,5 kilogram sabu beberapa waktu lalu.” Ujar Lilik saat konferensi pers di Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh, Senin (14/10).

Lilik menjelaskan seorang petugas atas nama Dustur yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Langsa dan istrinya yang telah ditangkap BNN tidak di Lapas melainkan di rumahnya di daerah Langsa pada Senin (7/10) pada pukul 12.37 WIB, dari pengakuannya bahwa ada barang di rumah tersangka.

Selanjutnya tim BNN membawa Dustur ke rumahnya di Idi Rayeuk, akhirnya berhasil diamankan 19 bungkus ukuran satu kiloan yang diduga narkotika sabu. dan 1 kg sabu yang disembunyikan istrinya.

Dirinya menegaskan, Kanwil Kemenkumham akan memberikan sanksi tegas kepada setiap sipir lapas atau rutan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Yang bersangkutan kita berhentikan sementara sambil menunggu penyidikan lebih lanjut dari BNN, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan atas keterlibatan oknum sipir Lapas Kelas II B Langsa atas terkait kepemilikan sabu tersebut.

“Tentu, kita juga melakukan penyelidikan. Dugaan kuat kami, sabu itu juga dimasukan ke dalam Lapas, tapi itu masih dugaan. Kita tidak bisa mengklaim langsung karena masih ada penyidikan yang dilakukan oleh BNN,” ungkap Lilik.

Menurut Lilik, oknum sipir Lapas ini pernah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba pada tahun 2018. “Dulu tahun 2018 saat dilakukan tes urine yang bersangkutan positif, sehingga dilakukan pembinaan. Karena berkelakuan baik, yang bersangkutan dipindahkan ke Lapas Langsa,” jelasnya.

Lilik tak menyangka, oknum sipir yang tercatat sebagai ASN itu terlibat narkoba dalam jumlah yang besar. “Ini yang tidak bisa kita tolerir,” tegasnya.

Menurut pengakuan tersangka kepada BNN, jumlah sabu yang dimilikinya sekitar 48 kilogram. Namun, sebanyak 28 kilogram telah didistribusikan di wilayah Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur dan Medan.

BNN pun menduga, sabu itu juga telah diedarkan hingga ke Pulau Jawa. Saat ini, tersangka Dusthur bersama istri dan barang bukti telah diamankan di BNN pusat.

Terkait dengan kasus ini Kanwil Kemenkumham Aceh bertindak secara tegas terhadap saudara Dustur dengan pemberian sanksi pemberhentian sementara sesuai UU no 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

Saat ini saudara Dustur menjadi tanggung jawab BNN Pusat dan ditahan oleh pihak BNN Pusat di Jakarta.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh РPersonil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus