Ini Kata Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Terkait Kerusuhan di Lapas Kelas II A Banda Aceh

Ini Kata Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Terkait Kerusuhan di Lapas Kelas II A Banda Aceh

0

wali-news.com, Banda Aceh – Menindaklanjuti perintah Menteri Hukum dan HAM R.I dalam meningkatkan kinerja di tahun 2018, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh dan Jajarannya secara serentak bersama-sama dengan Kanwil yang berada di seluruh Indonesia  Hari Senin Tanggal 08 Januari 2018 pukul 08.00 WIB tepat melaksanakan “Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2018” dengan tema “Kerja Bersama Tingkatkan Kinerja”. Di Aula Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh, Senin(8/1).

ada 5 (lima) poin janji kinerja yang diucapkan oleh seluruh pegawai Kementerian Hukum dan HAM, yaitu :

  1. menerapkan kode etik dan kode perilaku pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehari-hari;
  2. bekerja dan berkinerja secara Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI);
  3. memaksimalkan pemanfaatan e-Gov melalui tatakelola pemerintahan efektif, efisien untuk gooog governance;
  4. melayanai dengan sepenuh hati dan siap mewujudkan WBK/WBBM;
  5. menjaga stabilitas politik dan keamanan Negara Kesatuab RI serta menjadi perekat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Janji Kinerja Tahun 2018 adalah salah satu cara untuk memotivasi kita agar bergerak secara serentak berkinerja untuk Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya dan Kanwil Kemenkumham Aceh pada khususnya.

Seperti diketahui dalam dua hari terakhir ini banyak media yang memuat berita tentang kerusuhan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh sampai menyebabkan kebakaran. terkait hal tersebut Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh menjelaskan bahwa hal itu terjadi dikarenakan ada 3 (tiga) narapidana kasus narkoba yaitu berinisial B, G dan M yang akan dipindahkan ke Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dengan dikawal oleh petugas Lapas dan dibantu oleh pihak Kepolisian.

2 (dua) orang narapidana tersebut terlebih dahulu di dijemput oleh petugas lapas dibantu petugas kepolisian. giliran penjemputan narapidana berinisial G, namun narapidana tersebut menolak dan melakukan provokasi kesebagian besar narapidana lainnya yang kemudian menyebabkan kerusuhan dengan melempari petugas dengan batu sampai kondisi tidak terkontrol dan melakukan pembakaran mulai dari pos tengah, ruang ka KPLP, ruang Kamtib, Ruang Binadik dan juga mobil penerangan polresta Banda Aceh yang pada saat itu diposisi di depan pos tengah.

dengan Kejadian tersebut Lapas Kelas IIA Banda Aceh mengalami kerugian ditaksir sebesar Rp. 2,5 Milyar (khusus untuk bangunan), Rp. 5 M (untuk alat deteksi x-ray), Rp. 1M (untuk mobiler).

Terhadap pelaku kerusuhan telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian dan untuk sementara ditetapkan 32 orang narapidana yang telah ditahan di Polresta Banda Aceh dan 2 orang petugas lapas yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

jumlah narapidana saat ini sebanyak 548 orang, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dan semua berada di lapas, tidak ada yang melarikan diri. dan saat ini kondisi Lapas dalam keadaan aman dan narapidana semuanya berada di dalam blok hunian masing-masing dengan pengamanan yang lebih ditingkatkan.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus