Intelektual Muda Aceh Gelar Talkshow Body Shaming Di Yogyakarta

Intelektual Muda Aceh Gelar Talkshow Body Shaming Di Yogyakarta

0

wali-news.com, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Yogyakata (HIMPASAY) mengadakan Acara Talkshow Body Shaming pada Minggu 24 Maret 2019 di Aula Bale Gadeng-Yogyakarta.

Acara Talkshow Body Shaming ini bertema “Beauty is about knowing and accepting ourselves not by tearing others to build ourselves up” (Keindahan adalah tentang mengenal dan menerima diri sendiri bukan dengan menjatuhkan orang lain). Kegiatan ini merupakan agenda Himpasay bagian Divisi Pemberdayaan Perempuan dihadiri oleh Mahasiswa Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini Himpasay mengundang pemateri Psikologi dari pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) dan pemateri Hukum Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga-Yogyakarta.

Wakil Ketua Himpasay Safirussalim, S.H saat pembukaan acara ini mengatakan bahwa Body shaming penting dibahas untuk melihat dari sisi pelaku maupun korban dalam menghindari dan membentengi diri.

“Menurutnya, pelaku body shaming ini lebih banyak menimbulkan mudharatnya dari pada manfaatnya, tanpa kita sadari mungkin kita sendiri pelaku body shaming, harapannya talkshow ini bermanfaat untuk kita semua,” Ujar Safi

Disisi lain Fitri Aprialis Sabrina, S.Psi selaku pemateri, Mahasiswi Magister Psikologi Profesi UGM menerangkan mengapa perempuan sangat risih dan tidak nyaman dengan komentar fisik? Karena seringnya perempuan diposisikan untuk menginternalisasi perspektif pengamatan terhadap tubuhnya sebagai cara pandang untuk fisiknya.

“Body Shaming adalah suatu kegiatan yang megomentari diri sendiri (lebih pada ukuran badan/berat badan) atau istilahnya lebih kepada body image,” Jelasnya.

Dalam teori Psikologi anak perempuan itu memiliki kedekatan dengan ayahnya, sebab peran seorang ayah lebih mengayomi secara mental dengan begini anak bisa terhindar dari depresi body shaming. Pakar psikologi ini melanjutkan pemaparannya terkait cara ampuh mengatasi pelaku Body Shaming dengan menunjukkan prestasi bukan dengan membalasnya.

Nyak Fadhlullah, juga menilai dari perspektif Hukum, bahwa pelaku Body Shaming ini termasuk dalam kategori Tindak Pidana, meskipun belum ada pasal khusus yang mengatur tentang frasa body shaming baik dalam KUHP sebagai pegangan utama dalam aturan hukum pidana maupun undang-undang yang lainnya.

Jika mengacu pada definisi body shaming, yang menunjukkan sikap penghinaan atas bentuk tubuh seseorang, maka secara substansi body shaming dikategorikan kedalam tindakan penghinaan. Dalam hal ini body shaming termasuk kedalam kategori penghinaan ringan,

Dalam Pasal 315 KUHP dijelaskan “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Tak hanya itu, terkait body Shaming yang dilakukan melalui media sosial diatur dalam UU ITE Pasal 27 ayat 3 Tahun 2008 yang kemudian direvisi pada tahun 2016, disebutkan bahwa; “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang dimiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Mengenai sanksi atas pelanggaran tersebut, pasal 45 ayat (3) UU ITE mengatur bahwa ancaman hukuman atas pelanggaran terhadap pasal 27 (3) yang diancam dengan pidana penjara 4 (empat) tahun serta denda sebanyak 750. 000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Menurut putusan MK Nomor 50 Tahun 2008 aturan diatas juga merupakan delik aduan (absolute). Terangnya

Dalam close statment moderator Ridha Hayati, menambahkan bahwa tubuh kita bukan musuh kita, cantik itu bukan menyakiti diri sendiri, cantik tidak melulu dari fisik bisa dari prestasi atau kelebihan dari potensi diri.

selain itu dalam agama Islam telah di ajarkan supaya kita jangan saling mengolok-ngolok boleh jadi yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yang mengolok (Alhujarat; 11).

Pihaknya sangat berharap dengan adanya acara yang bermanfaat ini, terus menjadi kegiatan rutinitas kepengurusan Himpasay untuk menggali ilmu dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Tutupnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sambut Hari Pahlawan, Pemuda Jaga Kekompakan

Meulaboh, walinews.com | Dalam Rangka hari Pahlawan Nasional