KAHMI Sulsel dan Badko HMI Sulselbar Gelar Seminar Kebangsaan di Kampus UNM

KAHMI Sulsel dan Badko HMI Sulselbar Gelar Seminar Kebangsaan di Kampus UNM

0
Seminar Kebangsaan dan Masa Pengenalan Calon Anggota (Maperca) bertajuk “Mengokohkan Kebangsaan: Aktualisasi Nilai Pluralisme dan Peran Generasi Milenial dalam Bingkai NKRI” digelar pada Rabu (27/11/2019).

wali-news.com, Makassar – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulsel bekerja sama dengan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan dan Masa Pengenalan Calon Anggota (Maperca) bertajuk “Mengokohkan Kebangsaan: Aktualisasi Nilai Pluralisme dan Peran Generasi Milenial dalam Bingkai NKRI”, pada Rabu (27/11/2019).

Kegiatan yang dipenuhi ratusan mahasiswa tersebut digelar dengan tujuan supaya para calon kader HMI saling mengenal dan memahami nilai-nilai pluralisme Indonesia sebagai generasi milenial.

Kegiatan itu pun turut mengundang Ketum Badko HMI Sulselbar, Lanyala Soewarno, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, HM Roem. SH. Msi., Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, Majelis Penasihat KAHMI Sulsel, Drs. Nur Azis, serta Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Bachrianto Bahtiar.

Dalam sambutannya, Ketum Badko HMI Sulselbar, Lanyala Soewarno, mengatakan bahwa pluralisme mengandung banyak nilai-nilai toleransi, sehingga hadirnya pluralisme di Indonesia diharapkan masyarakat dapat menjaga toleransi tersebut.

Sementara HM Roem. SH. M.si. selaku Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel menegaskan bahwa KAHMI akan selalu berada di garis depan dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman.

“Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman yang merupakan pondasi negara. Untuk itu, KAHMI akan terus berada di garis depan dalam mengingatkan nilai-nilai tersebut,” tuturnya.

Di lain pihak, Majelis Penasihat KAHMI Sulsel, Drs. Nur Azis mengatakan bahwa HMI lahir sebagai solusi permasalahan bangsa di mana ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berdiri, HMI turut menentang keras keberadaan partai terlarang tersebut.

“Musuh utama HMI sebenarnya itu PKI, bukan PMII atau organisasi semacamnya itu,” tegasnya.

(Tiara Ayu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Refleksi Akhir Tahun, DPRD Kota Makassar Gelar Diskusi Publik Masalah Aktual Kemasyarakatan

wali-news.com, Makassar – Sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan di