KAMMI : Nama Aceh Sering Dikaitkan Dengan Aksi Teror

KAMMI : Nama Aceh Sering Dikaitkan Dengan Aksi Teror

0
Diskusi Resolusi Penanganan Berkembangnya Gerakan Radikalisme, di Banda Aceh, Kamis (30/3)

wali-news.com, Banda Aceh – Pemuda sangat mudah digerogoti oleh paham-paham Radikalisme, pada tahun 2010 bukit Jalin pernah menjadi pusat pelatihannya sehingga ada 71 orang terdeteksi menjadi perhatian pengikut paham tersebut, namun sekarang lokasi itu sudah menjadi tempat wisata di Aceh Besar. Hal ini disampaikan oleh ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Tuanku Muhammad pada diskusi Resolusi Penanganan Berkembangnya Gerakan Radikalisme, di Banda Aceh, Kamis (30/3).

Menurutnya hal tersebut sudah menyeret nama Aceh berkaitan dengan beberapa aksi teror yang terjadi di tanah air. Oleh karena itu peran penting pemuda sangat penting untuk menekan terjadi gerakan-gerakan Radikalisme khususnya di Aceh.

” Terseretnya nama Aceh dalam serangkaian aksi teror menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat, oleh karena itu peran pemuda dan mahasiswa sangat penting melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan,” ulasnya.

Selain gerakan radikalisme, menurutnya Komunis Gaya Baru ( KGB) merupakan ancaman terbesar yang saat ini sedang menyasar mahasiswa dan pemuda-pemuda sehingga dia mengharap agar pemuda-pemuda senantiasa untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air, bertoleransi serta berdialog dalam menyelesaikan permasalahan antar umat beragama.

“Kita harus menjadi pemuda yang cerdas, selektif jangan menjadi penyebar kekerasan dan menjaga toleransi antar sesama umat beragama, serta malakukan dialog-dialog untuk penanganan Gerakan Radikalisme di Aceh,” pungkasnya

Sementara Dedy Andriansyah yang merupakan narasumber dari Kesbangpol Aceh menerangkan bahwa  kita mempunyai tugas bersama untuk mendeteksi paham radikal di masyarakat yang sering dikaitkan dengan Aceh.

“Radikalisme sering kali di kaitkan dengan Aceh,namun setelah ditelusuri tidak seperti itu. Selain itu untuk mengatasi radikalisme seperti ini yang terpenting adalah action di lapangan” ujarnya

Dalam diskusi yang digagas Pengurus Wilayah KAMMI Aceh yang bekerjasama dengan Institute For development of Acehnese society (IDeAS) ini ikut hadir sebagai narasumber dari Badan Kesbangpol Aceh yang diwakili oleh Dedy Andriansyah, Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Aceh, Kurniawan, Pakar Resolusi Konflik Unsyiah Effendi Hasan serta Ketua KAMMI Aceh Tuanku Muhammad.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

9 Keuchik di Samadua Dilantik, Ini Harapan Camat Suhaimi

Wali-News.com, Aceh Selatan – Camat Kecamatan Samadua, Suhaimi