Aksi Cabul Antar Kakek di Aceh Besar ke Penjara

Aksi Cabul Antar Kakek di Aceh Besar ke Penjara

0

Wali-news, Banda Aceh – DAR alis YL, seorang kakek di Kabupaten Aceh Besar terancam hukuman 20 tahun penjara setelah menjadi tersangka pencabulan anak. Pelaku ditangkap setelah orang tua kedua bocah korban pencabulan melapor ke kepolisian.

” Pelaku kita tangkap Kamis (2/7/2020) lalu setelah menerima laporan orang tua korban. Sampai hari ini, masih kita periksa,” Kata Kapolersta Banda Aceh, Kombes Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim, AKP Taufik, Rabu (15/7/2020).

Dalam pemeriksaan, kata Taufik yang turut didamping Kanit PPA,  Ipda Puti Rahmadiani, YR mengakui mencabuli MNA (3) dan MJ (2) yang masih anak dari kerabatnya. Aksi pencabulan terjadi disalah satu kebun di sekitar lokasi tempat tinggal pelaku di Aceh Besar, Juni Lalu.

“Saat itu kedua korbaan sedang di depan rumahnya bersama sang nenek dan pelaku datang menghampiri dan mengajak korban bermain sambil naik becak. Tapi bukan dibawa bermain, korban malah dibawa ke kebun sehingga terjadilah pencabulan,” Kata Taufik.

Usai melakukan aksinya, pelaku yang hendak mengantar pulang, sempat mengancam agar korban tidak memberi tahu aksi bejatnya kepada ibu sang ibu. Namun perbedaan sikap kedua bocah tersebut membuat sang ibu dan nenek curiga hingga bertanya.

“Saat diantar pulang, kedua balita ini terlihat takut dan mengaku kesakitan dibagian anus. Korban juga menceritakan apa yang dilakukan YR sehingga ibunya melapor,” Ungkap Taufik.

Menurut Taufik, pelaku ditangkap di salah satu warung kopi di Kecamatan Peukanbada tanpa perlawanan. Penangkapan dilakukan setelah petugas melengkapi bukti termasuk keterangan ahli Psikolog Forensik dan Dokter.

“Menurut isterinya, pelaku memiliki kebiasaan buruk saat berhubungan badan dan bila tidak dituruti kerap berbuat kasar,” tambah Kanit PPA,  Ipda Puti Rahmadiani.

Puti mengimbau para orang tua, untuk selalu menjaga buah hati mereka agar  kasus serupa tak terulang. Saat ini kata Puti Tim penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan Polresta Banda Aceh bersama Tim Konseling telah melakukan upaya pememulihan trauma terhadapi korban.

Guna mempertanggungjawabkan  perbuatannya, YL kini mendekam di tahanan Mapolresta Banda Aceh. Dia dijerat  Pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana  diubah dengan UU Nomor 35 tahun 2014 dan UU Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Karena tersangka masih ada kaitan dengan keluarga korban, maka hukumannya dapat ditambah dengan 1/3 dari hukuman pokok,” Tutup Taufiq. (Win/Lla)

Editor :Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Lakalantas di Aceh Selatan, Seorang Pemotor Tewas

Korban saat akan dievakuasi. Photo: Ist.