Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Aceh Barat Mencapai 95 Hektare

Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Aceh Barat Mencapai 95 Hektare

0

wali-news.com, MeulabohCuaca terik yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat selama sepekan terakhir ini mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik di kawasan Desa Napai dan desa Blang Cot Rubek, kecamatan Woyla Barat. Aceh Barat.

Dari pantauan wali-news.com. Senin, (8/7/19). Lahan yang terbakar di Desa Napai merupakan lahan kosong milik warga, api menyebar cepat lantaran banyak tanaman yang sudah kering di area tersebut. Ditambah lagi cuaca terik dan angin kencang menyebabkan api semakin cepat menyebar, dan kini mulai masuk ke perkebunan karet dan sawit milik warga.

Kepala Desa Napai, Muhammad Saman mengatakan. Lahan yang terbakar itu diprediksi sekitar 50 hektare, sebab kondisinya gambut api sangat mudah merayap ke area yang lain. Namun, pihaknya tidak mengetahui apa yang menyebabkan lahan tersebut terbakar.

“Total luas lahan milik masyarakat disini ada 500 hektare, diperkirakan yang terbakar saja sudah mencapai 50 hektare sampai saat ini. Sebelumnya kemarin sudah berhasil padam karena hujan, karena kondisi cuaca terik dan angin kencang, api mulai menjalar kembali,” ujar Saman.

Menurut Saman, satu-satunya cara yang mampu memadamkan api itu hanyalah hujan, meski pun menggunakan mesin robin sekali pun dipastikan tidak akan maksimal dan mencapai seluruh lahan yang sudah terbakar.

“Lokasi terbakar lahan gambut sangat sulit dijangkau dengan armada pemadam kebakaran, selain lokasi jauh dari jalan, juga tidak tersedia sumber air yang dekat. Bisa jadi terus meluas bila tidak hujan,” katanya.

Hingga menjelang magrib, api sudah mulai masuk ke kawasan kebun sawit dan karet milik warga. Tanaman sawit disana tampak masih mudah dan diyakini tidak akan hidup sempurna lagi apa bila sudah dilalap sijago merah itu. Saman berharap, petugas pemadaman segera melakukan upaya untuk mematikan api.

Sementara itu di lokasi lain, kebakaran juga terjadi tak jauh dari Desa Napai di kawasan perkebunan perusahaan sawit milik PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL) juga terbakar, menurut laporan harian BPDB menyebutkan ada 35 Hektare lahan milik perusahaan itu terbakar dan sudah dilakukan upaya pemadaman. Terlihat pula disana gumpalan asap dari permukaan tanah masih ada.

Di lokasi lain tepatnya di desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, kebakaran lahan mencapai 10 hektare, titik api yang masih menyala yang jaraknya 200 meter dari pemukiman warga, terus dilakukan upaya pemadaman oleh pihak BPBD, TNI dan Polisi serta warga sekitar juga ikut membantu mematikan titik api. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Walinews- Malang Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang,