Keberadaan BPMA Perlu Diketahui Publik

Keberadaan BPMA Perlu Diketahui Publik

0

wali-news.com, Banda Aceh – Dalam rangka mendapatkan pemahaman yang benar dan terpenuhinya informasi publik yang benar kepada Masyarakat Aceh tentang dinamika industri Migas di Aceh, The Aceh Institute (AI) menggelar Focus group Discussion (FGD), di Paradigma Cafe Ace, Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (20/02/2019).

Mengangkat tema “Denyut Nadi Migas di Aceh”, kegiatan FGD tersebut, menghadirkan lima narasumber yakni, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris, Akademisi, Dr. Nazamuddin, Danil Akbar Taqwadin, Jurnalis, Yarmen Dinamika dan Risman A Rachman.

Direktur Eksekutif The AI, Saiful Akmal mengatakan, adapun tujuan dari kegiatan tersebut, yaitu jurnalis mendapatkan pemahaman yang benar tentang dinamika industri migas di Aceh.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hasil adanya pemahaman yang benar awak jurnalis terhadap tugas dan wewenang BPMA, tersosialisasinya dinamika kegiatan hulu migas kepada awak jurnalis di Aceh dan terbangunnya hubungan yang baik antara BPMA dengan awak jurnalis,” kata Saiful Akmal.

Ditambahkannya, dengan wewenang dan tugas yang dimiliki BPMA, perlu kiranya masyarakat Aceh mengetahui apa saja tantangan dan pencapaian yang dihadapi oleh BPMA dalam mengembalikan kejayaan migas Aceh.

“Potensi cadangan migas di Aceh masih sangat sangat menjanjikan membuat para investor masih sangat tertarik untuk berinvestasi di Aceh,” tambahnya. Dia menyebutkan, saat ini, tercatat ada tiga perusahaan migas yang melakukan kegiatan eksploitasi di Aceh, yaitu Pertamina Hulu Energi, Medco E&P Malaka, dan Triangle Inc. Sementara, kata Saiful Akmal, perusahaan migas yang masih dalam tahap ekplorasi ada empat perusahaan, yaitu, Zaratex, Renco Elang Energy, Repsol Talisman, Mubadala, dan Premier Oil.

“Tentu untuk menginformasikan ke publik, BPMA membutuhkan dukungan dari awak jurnalis dalam hal publikasi berita,” sebutnya.

Saiful Akmal melanjutkan, peran penting jurnalis untuk menginformasikan secara benar kepada publik tentang perkembangan industri migas di Aceh sangat penting dilakukan, agar infromasi yang disampaikan tidak simpang siur dan menyebabkan kebingungan bagi publik.

“Keberadaan BPMA perlu diketahui oleh publik agar masyarakat Aceh mengetahui manfaat dari terbentuknya BPMA serta rencana kerja baik itu jangka pendek hingga jangka panjang,” pungkasnya.

Kegiatan FGD tersebut dihadiri 30 jurnalis, Aceh Institute 10 orang, dan dari kalangan umum 10 orang. [r]

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ratoh Jaroe dan Saman Akan Meriahkan Pembukaan Festival Saman di Gayo Lues

wali-news.com, Banda Aceh – Tari massal Ratoh Jaroe