Berupaya Kabur, Dinding di Rutan Kajhu Dirusak 11 Tahanan Titipan

Berupaya Kabur, Dinding di Rutan Kajhu Dirusak 11 Tahanan Titipan

0

Wali-news, Banda Aceh –  11 tahanan titipan nyaris kabur setelah berupaya menjebol dinding bilik kamar yang mereka tempati di Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh. Meski berhasil membentuk lingkaran lubang pada dinding yang akan dijebol, niat pelaku akhirnya diketahui petugas.

“Alhamdulilah, upaya para pelaku berhasil kita gagalkan dan sekarang mereka sudah kita isolasi di ruang terpisah,” Kata Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin, SH, MH, Ahad, (19/07/20).

Irhamuddin mengatakan upaya menggagalkan pelarian tahanan yang umumnya terkait kepemilikan narkotika jenis sabu itu, berawal kecurigaan petugas piket jaga pada Kamis (16/07/2020) malam. Pihak Rutan akhirnya memeriksa kamar nomor 19 di Blok A itu dan menemukan salah satu dinding yang telah dikikis berbentuk lingkaran dengan diameter 80 centimeter.

“Kami memperkirakan aksi ini dilakukan sudah sejak seminggu lalu. Mereka memamfaatkan kelengahan petugas,” Kata Irhammuddin.

Menurut Irhamuddin, aksi menjebol dinding tersebut dilakukan ke 11 pelaku secara bergantian menggunakan potongan besi.Untuk mengelabui petugas, lingkaran bekas kikisan tersebut ditutup pelaku mengunakan tanah liat.

“Jadi saat ada kesempatan mereka kerja, dan menutupnya saat petugad datang,” Ungkap Irhammudin.

Dari 11 pelaku kata Irhammuddin, 3 diantaranya merupakan otak yang merencanakan para tahanan kabur, sedang lainnya hanya turut serta merusak dinding kamar. Adapun 4 tahanan tidak terlibat dalam aksi itu.

Petugas Rutan Kelas II berdiri di Kamar Tahanan yang telah dikosongkan akibat dirusak tahanan yang berupaya kabur. Photo direkam Sabtu (18/07/20)/Wali-new/Khairan

” Jadi pelaku ini kita kategorikan dalam 3 kelompok, otak yang merencanakan kabur, kemudian hanya turut serta (merusak dinding) dan tahanan yang tidak terlibat. Untuk itu paska kejadian mereka ini sudah kita pisah agar tidqk ada lagi buat rencana” ujar Irhamuddin.

Irhammuddin menambahkan, para pelaku tidak dapat di pindah ke luar Rutan Kelas II B Banda Aceh karena masih berstatus tahanan titipan baik Jaksa maupun Kepolisian. Saat ini ke 11 tahanan masih menjalani proses hukum dan belum berstatus narapidana atau Warga Binaan di Rutan tersebut.

” Biasanya kalau sudah kejadian seperti ini maka salah satu upayanya dipindahkan. Tapi untuk kasus ini kita tunggu kasus inkrah. Apalagi jumlah Rutan tempat penitipan tahanan di Banda Aceh terbatas, jadi mereka tidak kita pindahkan,” tutup Irhamuddin (Win)

Editor: Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan