Kisah Ustad Nasa i Memakamkan Pasien Covid-19 Tanpa APD

Kisah Ustad Nasa i Memakamkan Pasien Covid-19 Tanpa APD

0

Wali-news, Banda Aceh – Proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 RSUD Zainoel Abidin, beriniasial SU telah selesai dilakukan, Rabu 17 Juni 2020 kemarin. Selain cerita penolakan warga, pemakaman jenazah pria berusia 64 Tahun itu ternyata meninggal cerita tersendiri bagi petugas yang memakamkan, salah satunya Ustad Nasa I.

Hadir bersama petugas medis RSUZA, dan kepolisian kota Banda Aceh, Ustad Nasa i bertugas sebagai tenaga rohaniawan, memimpin salat jenazah di Pemakaman Gampong Lampenerut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar sore itu.

Sekilas tak ada yang berbeda antara Tgk Nasa I dengan petugas yang hadir di pemakaman SU sore itu. Namun penampilan Ustad Nasa I yang hadir hanya dengan Alat Pelindung Diri seadanya membuat sosoknya menjadi perbincangan.

Dari photo-photo pemakaman yang beredar, tampak Ustad Nasa hanya mengenakan masker penutup mulut. Sedang beberapa petugas lainnya tampak menggunakan APD lengkap seperti, masker, baju Hazmat dan sarung tangan.

Ustad Nasa I bersama petugas RSUZA dan personel Polri berbaju Hazmat saat pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal Rabu 17/06/20).Photo Dok Humas Polresta.

Kondisi ini langsung menuai komentar sejumlah warga dan pengguna sosial media. Umumnya mereka menilai aksi Ustad Nasa i terlalu beresiko terimfeksi Virus Corona, karena hanya mengenakan masker penutup mulut. Aksinya juga tak sedikit menuai simpati.

Padahal selain menjadi imam, pria kelahiran Manggeng Aceh Barat Daya itu, juga turut membantu petugas lainnya. Meski hanya berbekal masker penutup mulut namun Ustad Nasa I, tidak sungkan untuk membantu petugas lainnya saat menurunkan jenazah ke liang kubur.

Kepada wali-news.com, Ustad Nasa I yang ditemui di kediamannya di Gampong Lam Seunyeu, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar mengaku apa yang dilakukan di pemakaman pasien Covid itu semata-mata karena Allah.

“Itu (menyalatkan ) jenazah memang sudah tugas saya di RSUZA. Jadi segala sesuatunya kita serahkan kepada Allah, ” kata ayah dari Muhammad El Jakfari itu, kepada wali-News, Jumat (19/06/2020).

Menurutnya, tugas memakamkan SU telah didapatkannya sesaat setelah pasien asal Sumatera Utara itu meninggal pada Rabu pagi. Untuk itu, dirinya langsung menuju lokasi pemakaman dikawasan Lampenerut tersebut.

“Mungkin memang sudah kehendak Allah, karena ketika sampai di lokasi, baju Hazmatnya terbatas. Jadi waktu itu, saya hanya kebagian masker, namun kita tetap harus melaksanakan pemakaman,” kata Alumni Dayah Abu Lam U itu.

Meski tak mengenakan APD lengkap, namun Ustad Nasa yakin, kondisi jenazah sudah sangat steril. Sejak dari proses mengkafankan hingga memasukkan jenazah dalam peti diyakini telah sesuai standar pemakaman pasien Covid-19.

” Jadi saya rasa cukup amanlah. Saya juga meminta semua masyarakat berdoa agar kita dan keluarga terbebas dari musibah ini,” Tutup Ustad Nasa I (CMA)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan