Konsep Sertifikasi Pra Nikah Belum Jelas, MUI Babel Belum Bersikap

Konsep Sertifikasi Pra Nikah Belum Jelas, MUI Babel Belum Bersikap

0
Sekretaris MUI Babel KH. Ahmad Luthfi

Pangkalpinang – Polemik wacana sertifikasi dan kelas pranikah yang dicanangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mendapat tanggapan dari Sekretaris MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ahmad Lutfi. Pihaknya mengatakan bahwa MUI Babel masih menunggu aturan atau prosedur-prosedur resmi terkait pelaksanaan sertifikasi pra nikah tersebut agar dapat dikaji lebih mendalam.

 

“Sebenarnya kita kan belum tahu prosedur yang akan dilakukan pemerintah. Jadi sikap MUI akan menunggu dulu pernyataan dan aturan resmi dari kemenag, tidak usah terlalu apriori, ya kita liat dulu bagaimana prosedurnya,“ tandas Ahmad.

 

Ahmad Lutfi mengungkapkan bahwa pihaknya pada dasarnya mendukung apa pun program yang dibuat oleh pemerintah, selama bermanfaat dan tidak merugikan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.

 

Di sisi lain, sebelum adanya wacana ini Kemenag RI telah memberlakukan program “Suscatin“ atau “Kursus Calon Pengantin“ untuk persiapan calon pengantin menjelang pernikahan untuk membangun pemahaman dalam membangun sebuah keluarga. Namun jika program tersebut nantinya akan menjadi sertifikasi pra nikah yang prosedurnya akan lebih sulit, MUI Babel menyatakan bahwa hal tersebut akan menimbulkan polemik, yakni terjadinya lebih banyak perzinahan, dan munculnya tren pernikahan yang tidak dilakukan berdasarkan aturan negara atau juga disebut nikah Siri.

 

“Kalau itu memang ada maslahatnya untuk umat Islam ya kita welcome saja. Tapi misalnya kalau kita kaji dan ada mudharatnya akan kita pertimbangkan lagi. Karena orang mau nikah kok susah, maka terjadilah perzinahan atau mereka tidak mengikuti prosedur hukum, mereka nikah di bawah tangan, akibatnya timbul masalah yang lain, bagaimana nanti keturunan mereka untuk dapatkan pengesahan sebagai warga negara. Jadi kita lihat dulu, tunggu,“ tambah Ahmad.

 

Terkait dengan program sertifikasi pranikah, Ahmad Lutfi mengaku bahwa MUI belum dilibatkan pemerintah dalam merancang program ini.

 

“Tapi dari kalangan MUI sendiri, baik itu dari pusat maupun daerah belum ada terlibat untuk mengkaji persoalan itu. Masih nunggu dulu. Dan memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam menanggapi isu tersebut,“ ungkapnya. (Jp/WN)

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sukmawati Soekarnoputri Diduga Menista Agama, MUI Babel Rumuskan Tiga Sikap

Pangkalpinang – Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membanding-bandingkan sosok