Lagi, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Pusat Berikan Hak Kelola KEKAL Kepada Pemerintah Aceh

Lagi, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Pusat Berikan Hak Kelola KEKAL Kepada Pemerintah Aceh

0
Mahasiswa HAMPA Berunjuk Rasa dan Aksi Teatrikal menuntut Pemerintah Pusat Berikan Hak Kelola KEKAL kepada Pemerintah Aceh, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (4/5/)
wali-news.com, Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Aceh (HAMPA) menggelar aksi unjuk rasa di depan masjid raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (4/5). Dalam aksi yang disertai teatrikal tersebut, mahasiswa meminta pemerintah pusat memberikan hak pengelolaan KEK  Arun Lhoeksemawe (KEKAL) untuk dikelola oleh pemerintah Aceh.
Juru bicara Aksi HAMPA Reza Fahlevi mengatakan untuk dampak positif PAD Aceh mendatang, KEKAL harus di kelola oleh pemerintah daerah, bukan sebagai pengusul, mengingat ketika dana  otonomu khusus habis, maka besar kemungkinan rakyat Aceh akan mengalami keterpurukan ekonomi.
“Demi kesejahteraan rakyat Aceh ke depan, maka KEK Arun Lhoeksemawe harus dikelola langsung oleh pemerintah Aceh, jangan biarkan pusat kembali menguasai KEK Arun, sebab tidak akan ada yang bertanggung jawab bila gara-gara hal tersebut akan memunculkan gerakan- gerakan  pro-kemerdekaan Aceh seperti di era tahun 1974 silam,” ujarnya dalam orasi tersebut.
Menurutnya dalam sejarah pemberontakan di Aceh, intrik-intrik yang dilakukan pusat menjadi pemicunya, sehingga menjalar menjadi pertumpahan darah yang berkepanjangan. Sebab pengelolaan di bawah pengaruh pusat menjadikan Arun di masa lalu menjadi anak perusahaan BUMN yang hasilnya hanya di nikmati Pemerintah pusat.
“Maka dengan semangat untuk mempertahankan MoU Helsinki 2005, kami mengajak semua pihak, baik DPRA dan Pemerintah Aceh untuk meminta hak kelola KEK Arun Lhoeksemawe dipegang Pemerintah Aceh,” tegasnya.
Masih menurutnya, aksi yang dilakukan ini merupakan pembuka, mereka akan menggelar aksi yang lebih besar lagi, pada saat presiden RI Joko Widodo hadir di Aceh saat pembukaan Penas KTNA nanti.
 
“Akan ada aksi yang lebih besar lagi disaat presiden mengunjungi Aceh nanti, aksi itu bukan untuk menggagalkan Penas, namun hanya upaya untuk memperjuangkan hak Aceh kepada pemerintah pusat, sudah cukup Aceh jadi penonton saat hasil buminya di keruk Pemerintah pusat,” pungkasnya.
 
Dalam aksi teatrikal yang ditampilkan HAMPA tersebut, menggambarkan di mana KEK Arun ditarik oleh pemerintah Aceh yang diperagakan oleh mahasiswa yang terduduk lesu dan pemerintah pusat yang berdiri tegak menarik sekuat tenaga, sementara itu perusahaan BUMN terlihat menonton saja, hal ini menampilkan dimana Pemerintah Aceh tidak berdaya dalam meminta hak kelola KEK Arun Lhoeksemawe tersebut.
 
Mahasiswa juga meminta pemerintah pusat untuk merevisi PP nomor 5 tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhoksemawe  pada tanggal 17 Februari 2017 yang dinilai merugikan Aceh dan hanya jurus mabuk yang dikeluarkan plt gubernur Aceh saat itu

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sungai Krueng Aceh di penuhi sampah Plastik dan daun.

Wali news-Banda Aceh Sampah menghampar di sungai Krueng