LMND-DN Kecam Tindakan Pihak Kampus UBL Atas Pelaporan Mahasiswa Yang Menuntut Penurunan SPP

LMND-DN Kecam Tindakan Pihak Kampus UBL Atas Pelaporan Mahasiswa Yang Menuntut Penurunan SPP

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Saat ini penuntutan Keringanan UKT yang dilakukan oleh Mahasiswa menjadi isu hangat ditengah Pandemi Covid 19. Sebab UKT yang mahal dan tidak ada keringanan menjadi dampak sulit untuk akses pendidikan masyarakat saat ini, Senin (22/02/21)

“Penuntutan Keringanan UKT juga tidak hanya dilakukan oleh Kampus-Kampus yang notabene Negeri, namun mahasiswa/i Kampus Swasta juga turut andil dalam melakukan penuntutan Keringanan biaya pendidikan atau dalam hal ini SPP. Kali ini aksi yang dilakukan dalam menuntut keringanan SPP dilakukan oleh mahasiswa/i Universitas Bandar Lampung,” ujar Yusril Iza Mahendra Selaku Ketua Kota LMND-DN Lampung.

Selanjutnya Aksi Massa yang mengatas namakan KBM tersebut dilakukan pada Tanggal 17 Februari 2021 namun tuntutuan yang ajukan belum dipenuhi oleh birokrasi kampus terhadap tuntutan keringanan SPP. Sehingga ada aksi lanjutan untuk menuntut kembali Keringanan SPP oleh KBM UBL. Tambah Ketua LMND-DN Kota Bandar Lampung.

Pasca aksi tanggal 17 Februari 2021, sebagian mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi mendapat tekanan intimidasi yang dilakukan oleh birokrasi kampus, termasuk anggota aktif dari LMND-DN komisariat UBL. Intimidasi kampus terhadap mahasiswa adalah surat pernyataan tidak ikut aksi sampai kepada pelaporan ke pihak kepolisian dengan dalih penghasutan berkerumun di tengah Pandemi, adapun mahasiswa UBL yang dilapor yaitu Sultan Ali Sabana Jurusan Hukum dan Reyno Pahlevi Jurusan Fakultas Ilmu Komputer sekaligus sebagai Wakorlap aksi. Padahal aksi yang dilakukan dengan tertib dan mentaati protokol kesehatan memakai masker dan jaga jarak. Ujar Yusril.

Yusril menyampaikan intervensi yang dilakukan oleh pihak birokrasi kampus UBL terhadap mahasiswa/i adalah upaya untuk menutup ruang demokrasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat terkait keringanan SPP. Semestinya pihak birokrasi kampus sudah mengetahui bahwa kebebasan menyampaikan pendapat yang dilakukan oleh Mahasiswa/i UBL adalah hak setiap orang yang sudah diatur dalam UUD 1945 Dan tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun termasuk Kampus UBL.

Selanjutnya LMND-DN kota Bandar Lampung mengecam tindakan yang dilakukan oleh pihak Kampus atas intimidasi terhadap mahasiwa dengan upaya melaporkan mahasiswa/i kepada aparat kepolisian dengan dalih penghasutan berkerumun di tengah pandemi, Karena aksi yang dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan Protokol Kesehatan memakai masker dan jaga jarak.

Editor : Ikhsan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Walhi Lampung : Demo Mahasiswa Berujung Polisi, Kampus Seharusnya Menyelesaikan Secara Demokratis dan Akademik

wali-news.com, Bandar Lampung – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia